Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

24 Mei Diperingati Sebagai Hari Skizofrenia Sedunia, Bersama Melawan Stigma!

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 24 Mei 2024 | 21:34 WIB
Louis Wain pelukis yang menderita skizofrenia dan karya-karnyanya.
Louis Wain pelukis yang menderita skizofrenia dan karya-karnyanya.

RADAR JOGJA - 24 Mei dikenal secara internasional sebagai hari “Skizofrenia Sedunia”.

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk semua orang agar bersama-sama melawan stigma yang salah terhadap penyakit kejiwaan.

Serta, meningkatkan kesadaran bersama untuk lebih memperhatikan dan menaruh rasa peduli terhadap penyakit ini.

Skizofrenia adalah penyakit kejiwaan yang ditandai dengan mengalami kekacauan dalam berpikir, halusinasi, delusi, perubahan sikap dan cenderung menarik diri dari lingkungan sosial.

Penyakit kejiwaan ini sering dianggap oleh banyak orang sebagai penyakit yang mengakibatkan kepribadian ganda.

Padahal, faktanya kedua kelainan yang terjadi pada manusia ini adalah dua hal yang berbeda.

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kemunculan skizofrenia pada manusia yakni faktor genetik, lingkungan, kondisi psikologis, dan proses sosial yang terjadi.

Sejarah peringatan Hari Skizofrenia Sedunia ini dideklarasikan oleh Yayasan Skizofrenia untuk menghormati salah satu tokoh pendiri psikiatri modern.

Yakni, Dr Philippe Pinel asal Prancis yang mana pada masanya ia memberikan upaya penanganan terhadap penyakit gangguan jiwa dengan lebih manusiawi.

Sebab, pada masa itu budaya penanganan masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa adalah dengan cara dirantai dengan waktu yang lama ataupun seumur hidup.

Sehingga, melihat kondisi tersebut Dr Phillippe Pinel mendobrak budaya masyarakat saat itu, untuk kemudian menggantikan dengan perawatan yang lebih memuliakan manusia.

Pengidap penyakit skizofrenia saat ini sering mendapatkan stigma yang buruk di tengah-tengah masyarakat sehingga, tak jarang para penderita penyakit ini terkena diskriminasi, perlakuan kasar, hinaan, bahkan dikucilkan masyarakat.

Padahal, orang yang menderita penyakit ini justru membutuhkan dukungan yang besar dari orang-orang yang berada disekitar.

Bukan hanya perawatan secara medis akan tetapi, perhatian serta kasih sayang orang disekitar dengan memberi motivasi akan berpengaruh besar bagi para pengidap skizofrenia ini.

Selamat Hari Skizofrenia Sedunia, mari bersama bergandeng tangan melawan stigma buruk serta bersama lebih memperhatikan pentingnya menjaga lingkungan sosial yang sehat. (Sergio Jubilleum Asqueli)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#diskriminasi #24 mei #Hari skizofernia sedunia #Diperingati #Skizofrenia adalah #proses #Prancis #sosial #Budaya #modern #stigma #melawan #perawatan #penyakit kejiwaan #kepribadian ganda #Dr Philippe Pinel #perlakuan kasar #psikiatri #psikologis #genetik