Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Israel Masih Agresif, Suasana Lebaran di Palestina Penuh Kegetiran

Cici Jusnia • Rabu, 10 April 2024 | 21:47 WIB
Warga Palestina diambang kesedihan dan ketakutan akibat serangan terus -menerus dari Israel.
Warga Palestina diambang kesedihan dan ketakutan akibat serangan terus -menerus dari Israel.
Momen Idul Fitri bisa jadi merupakan waktu yang tepat bagi kita untuk bersyukur. 
 
Sebab kita di Indonesia masih bisa melaksanakan Idul Fitri dengan riang gembira.
 
Bandingkan dengan warga Palestian terutama yang ada di jalur Gaza.
 
Mereka merayakan Idul Fitri tahun ini dengan penuh kegetiran.
 
Rasa takut. Ancaman. Bayang-bayang kematian yang mengintai kapan saja.
 
Dikutip dari Mondoweiss dari Jawa Pos, Selasa (10/4), aksi penghancuran yang dilakukan Israel tanpa henti telah membayangi suasana bulan suci Ramadhan.
 
Yang tadinya semarak, hanya menyisakan kenangan pahit saja.
 
Baca Juga: Tiga Langsung Bebas, Ratusan Warga Binaan Lapas Yogyakarta Terima Remisi Khusus Idul Fitri
 
Meskipun kita berharap serangan bisa berhenti sebelum tibanya Idul Fitri, tampaknya kekejaman pasukan Israel tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan terus merusak momen paling sakral bagi umat Muslim tersebut.
 
Ketika hari-hari terakhir Ramadhan semakin dekat, umat Islam di seluruh dunia dengan penuh semangat menantikan Idul Fitri yang semakin dekat juga, menghargai waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terkasih dan menyambut semangat perayaan tersebut.
 
Namun, bagi warga Muslim di Gaza yang terkepung, perayaan yang seharusnya menyenangkan ini justru dibayangi oleh kesedihan.
 
"Banyak dari kita tahun ini merasa kesulitan untuk keluar rumah untuk mendekorasi dan berbelanja untuk Idul Fitri, jadi kita berpegang teguh pada kehangatan kenangan kita dari perayaan sebelumnya," demikian pilu warga Palestina.
 
Selama lebih dari enam bulan yang menyiksa, masyarakat Palestina telah menanggung kengerian pembantaian, penyakit, kelaparan, dan rasa haus yang ditimbulkan oleh militer Israel.
 
Baca Juga: Apakah Urine Berwarna Kuning Berbahaya? Mitos dan Fakta: Urine Berwarna Kuning
 
Kekerasan mereka yang tiada henti tidak mengenal batas, dan terus berlanjut sepanjang bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri.
 
Biasanya, persiapan Idul Fitri di Palestina selalu dilakukan jauh-jauh hari.
 
Dua minggu sebelumnya, banyak orang yang keluar untuk berbelanja, membeli semua kebutuhan untuk merayakan acara tersebut dengan penuh suka cita, kegembiraan, kehangatan bersama keluarga.
Editor : Bahana.
#napi bebas #remisi #Lapas Yogyakarta