RADAR JOGJA - Seorang pria di Amerika Serikat, Steven Spinale, 36 tahun, mengalami hampir kehilangan nyawa setelah diduga mencoba mencabut rambut yang tumbuh di area selangkangannya.
Insiden yang mengguncang ini menyoroti betapa seriusnya akibat dari tindakan yang mungkin dianggap remeh tersebut.
Dilansir dari NYPost pada Selasa (26/3), keluhan Steven diabaikan oleh sejumlah rumah sakit yang menganggapnya tidak serius.
Meskipun mengalami muntah darah, ia dipulangkan dengan asumsi keluhan tersebut tidak berarti.
Namun, kondisinya semakin memburuk, bahkan hingga kesulitan bernapas yang memaksa saudara perempuannya menelepon nomor darurat 911.
Selama sebulan, para dokter tidak dapat menemukan penyebab pasti kondisi kritis Steven. Hanya ditemukan adanya pendarahan internal tanpa sumber yang jelas.
Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, ditemukan bahwa Steven terinfeksi oleh bakteri langka dalam aliran darahnya, menyebabkan syok septik - kondisi serius yang dapat mengancam nyawa.
Bakteri tersebut telah menyebar ke jantung Steven, menyebabkan kerusakan organ tubuh secara menyeluruh.
Meskipun begitu, karena kondisinya terlalu kritis, operasi tidak dapat dilakukan secara langsung. Steven diintubasi dan ditempatkan dalam keadaan koma yang diinduksi medis.
Keluarga Steven harus menghadapi ketidakpastian, dengan kesempatan hidup yang diberikan oleh dokter hanya sebesar empat persen.
Namun, dengan semangat dan perawatan intensif selama berbulan-bulan, termasuk operasi jantung terbuka, Steven akhirnya pulih tanpa mengalami gangguan otak yang signifikan.
Meskipun meninggalkan rumah sakit dalam kondisi menggunakan kursi roda, Steven menunjukkan pemulihan yang luar biasa dan bahkan dapat berjalan kembali.
Editor : Bahana.