Warga negara Korea Selatan tersebut bernama Baek Won-Soon yang ditangkap di kota Vladivostok, saat ini berada di penjara Moskow.
Ia diyakini menjadi warga negara Korea Selatan pertama yang ditahan di Rusia dalam beberapa dekade terakhir.
Tidak banyak yang diketahui mengenai kasusnya, dan Kementrian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan bahwa detailnya sedang diselidiki dan tidak bisa memberikan komentar.
Salah seorang pejabat mengatakan bahwa Baek Won-Soon diduga telah menyampaikan informasi yang merupakan rahasia negara kepada badan intelijen asing.
Yonhap melaporkan bahwa Baek ditangkap oleh Dinas Keamanan Federal Rusia pada bulan Januari setelah tiba di Vladivostok dari Tiongkok.
Media tersebut mengatakan bahwa dia adalah seorang pekerja keagamaan dan dia ditemani oleh istrinya yang juga ditahan tetapi kemudian dibebaskan.
Penahanan Baek adalah yang terbaru dari serangkaian penangkapan warga asing yang dilakukan oleh otoritas Rusia semenjak perang di Ukraina yang dimulai dua tahun lalu.
Moskow dituduh menangkap warga lain untuk digunakan sebagai alat tawar menawar politik dan pertukaran tahanan.
Selain kasus tersebut terdapat pria Amerika dan reporter Wall Street Journal Evan Gershkovich yang ditahan pada Maret tahun lalu atas tuduhan spionase dan seorang jurnalis Rusia-US yaitu Alsu Kurmsasheva dituduh menyebarkan informasi palsu mengenai militer Rusia.
Baek ditahan dipenjara yang sama dengan Gershkovich yaitu Penjara Lefortovo.
Pengadilan pada hari Senin memutuskan penahanannya diperpanjang hingga Juni.
Korea Selatan bersama sekutu Baratnya melarang invasi Rusia ke Ukraina serta berkomitmen menerapkan sanksi terhadap Moskow.
Pada saat yang sama, Rusia dan Korea Utara telah membina hubungan yang lebih erat.
Pertemuan Vladimir Putin dan Kim Jong Un dalam kunjungan penting tahun lalu diyakini akan melahirkan kesepakatan teknologi militer.
Beberapa pertemuan antara pejabat Rusia dan Korea Utara juga terjadi di Vladivostok tahun lalu.