RADAR JOGJA - Menteri Warisan Budaya Israel, Amichai Eliyahu, memicu kontroversi baru dengan menyatakan bahwa bulan Ramadan sebaiknya dihilangkan untuk menghindari eskalasi konflik di Gaza.
Eliyahu mengklaim bahwa seringkali, konflik antara Israel dan Palestina meningkat selama bulan suci umat Islam tersebut.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari akun Instagram @ndorobei.official pada Selasa (5/3), Eliyahu mengatakan, "Apa yang disebut sebagai bulan Ramadan harus dihilangkan, dan ketakutan kita terhadap bulan ini juga harus dihilangkan." Pernyataan tersebut menuai berbagai tanggapan dari berbagai pihak.
Sebulan sebelum dimulainya serangan Israel ke Gaza, Eliyahu juga telah mencetuskan kontroversi setelah mengusulkan penggunaan bom nuklir di Gaza. Pernyataan tersebut mendapatkan kecaman keras dari berbagai kalangan internasional.
Menteri Warisan Budaya Israel ini juga menolak keras pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, dengan alasan bahwa tidak ada satu pun warga sipil yang bersifat tidak bersalah di wilayah tersebut.
Eliyahu selanjutnya mendukung upaya Israel untuk merebut kembali Jalur Gaza dan mendirikan permukiman di sana.
Ketidaksetujuan terhadap pandangan Eliyahu tidak hanya datang dari pihak pemerintah dan aktivis kemanusiaan, tetapi juga dari netizen yang memberikan komentar di media sosial.
Salah satu netizen menyampaikan keberatannya terhadap pandangan Menteri Warisan Budaya Israel, "Kenapa perangnya aja yang ditiadakan. Kalau tidak, nyawa dia aja yang ditiadakan."
Komentar netizen lainnya menilai pernyataan Eliyahu sebagai sesuatu yang seolah-olah dia bermain Tuhan dengan mengatakan, "Macam dia Tuhan saja seenak jidatnya mau meniadakan bulan Ramadan."
Pernyataan kontroversial Eliyahu ini menjadi sorotan dan menambah ketegangan di tengah situasi yang sudah tegang antara Israel dan Palestina. Sementara itu, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Menteri Warisan Budaya mereka ini.
Editor : Bahana.