Dilansir dari laman Jawapos.com. Pada hari Senin (19/2), penyelidikan kematian Alexei Navalny sedang berlangsung dan mengecam pernyataan kasar atas tanggung jawab Kremlin.
Sampai saat ini pihak berwenang Rusia menolak untuk menyerahkan jasad Alexei Navalny. para pengikut Alexei Navalny menuduh Kremlin sebagai pembunuh yang menutupi jejak.
Juru bicara Presiden Vladmir Putin, Dmitry Peskov pada hari Senin mengatakan bahwa investigasi masih sedang berlangsung.
Dilansir dari koreaherald.com, “Saat ini hasil penyelidikan belum keluar, belum diketahui” ujar juru biacara Presiden pada hari Senin.
Para pemimpin termasuk Presiden AS Joe Biden, mengatakan bahwa Putin yang bertanggung jawab atas kematian Novalny.
“Dalam kondisi seperti ini, ketika tidak ada informasi, sangat tidak dapat diterima untuk membuat pernyataan kasar seperti itu” ujar Peskov pada hari Senin.
Navalny yang merupakan pengkritik Putin pada usia 47 tahun dipenjara di Arktik, dimana ia ditahan atas tuduhan yang dianggap berkampanye menentang Putin.
Pada hari Senin, Peskov mengatakan bahwa tidak dapat mengatakan kapan jenazah Navalny dapat diberikan kepada keluarga karena bukan urusan kantor presiden.
Dalam sebuah postingan di Telegram yang berisi “Tidak ada sesuatu pun yang sakral bagi sampah-sampah ini”.
Tim navalny menanggapi pernyataan tersebut bahwa Kremlin berusaha “menyembunyikan kejahatan mereka”.