RADAR JOGJA - Lohanny Santos, seorang wanita pencari kerja berusia 26 tahun, mencurahkan kekecewaannya di media sosial setelah mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan di Kota New York.
Meskipun memiliki dua gelar, satu di bidang komunikasi dan satu lagi di bidang akting, serta menguasai tiga bahasa, Lohanny mengalami penolakan berkali-kali dari berbagai perusahaan.
Dalam sebuah video TikTok yang telah menjadi viral, Lohanny terlihat sedih sambil memegang banyak surat lamaran di jalanan Kota New York.
Dalam video tersebut, ia menunjukkan rasa kekecewaannya karena sering ditolak setelah bertanya kepada berbagai perusahaan apakah mereka sedang merekrut karyawan.
Meskipun memiliki kualifikasi yang cukup, Lohanny mengakui bahwa usahanya untuk mendapatkan pekerjaan, bahkan di restoran cepat saji, mengalami kegagalan.
Beberapa perusahaan yang ia datangi menyatakan bahwa mereka tidak sedang membuka lowongan.
Dilansir dari NY Post pada Kamis (15/2), Lohanny Santos menceritakan pengalamannya melalui video yang diunggah ke TikTok sambil memegang resumenya.
Ia mengaku sangat malu karena sering kali hanya melamar pekerjaan dengan gaji minimum.
Meskipun demikian, Lohanny tetap berharap bisa segera mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasinya.
Sebagai alumni Universitas Pace dengan dua gelar, Lohanny mencatatkan pengalaman sulitnya mencari pekerjaan di tengah persaingan yang ketat.
Video yang dibagikannya di TikTok dengan cepat mendapat perhatian netizen, yang memberikan dukungan dan semangat kepada wanita muda ini.
Sejumlah netizen menilai bahwa pengalaman Lohanny Santos adalah bagian dari tantangan mencari lowongan pekerjaan yang nyata.
Mereka memberikan dukungan dan semangat kepada Lohanny, serta mengingatkannya untuk tidak merasa malu karena telah berusaha dengan sungguh-sungguh.
Lohanny Santos sendiri menegaskan bahwa meskipun situasinya memberikan tekanan, ia tetap berkomitmen untuk terus berusaha mencari penghasilan yang stabil.
Video viralnya di TikTok menjadi panggilan bagi masyarakat untuk lebih memahami tantangan yang dihadapi oleh para pencari kerja di tengah ketidakpastian ekonomi.
Editor : Bahana.