Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Remaja Palestina – Amerika Terbunuh di Tepi Barat, Begini Reaksi Orang Tua

Bahana. • Senin, 22 Januari 2024 | 17:33 WIB

 

Sumber foto Aljazeera
Sumber foto Aljazeera
RADAR JOGJA - Remaja bernama Tawfiq Ajaq,17, warga Amerika keturunan Palestina, merupakan salah satu yang terbunuh dari 369 orang yang dibunuh oleh pasukan Israel di pemukiman Tepo Barat.

Seperti diketahui, Tepi Barat dibombardir oleh tentara Israel sejak oktober, dan menewaskan 95 anak-anak.

Kematian Tawfiq Ajaq pada  Jumat (19/1) menimbulkan keprihatinan dari Gedung putih dan janji dari polisi Israel untuk menyelidikinya.

Pada hari sabtu, jenazahnya dikuburkan di desa leluhur keluarga Palestina, dengan rombongan warga mengantarkan jenazahnya yang terbungkus bendera Palestina.

Ayah Tawfiq, Hazef Ajaq, memohon pada warga Amerika untuk melihat apa yang sudah terjadi dan kekerasan yang sedang berlangsung di Tepi Barat yang saat ini diduduki.

“Mereka adalah mesin pembunuh, mereka menggunakan dana pajak kami di AS untuk mendukung senjata yang membunuh anak-anak kami sendiri,” Kata Hazef Ajaq tentang pasukan Israel.

Kejadian ini merupakan penembakan fatal yang baru terjadi di Tepi Barat.

Di mana hampir 370 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel sejak pecahnya perang Israel-Hamas di gaza yang lebih dari 3 bulan.

Presiden amerika Serikat, Biden, telah menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina dalam beberapa bulan terakhir.

Tawfiq Ajaq lahir dan besar di Gretna, Louisiana, dekat New Orleans.

Kedua orang tuanya membawanya dan keempat saudaranya ke desa Al-Mazra’a Ash-Sharqiya pada tahun lalu agar mereka dapat terhubung kembali dengan budaya Palestina.

Kerabat Ajaq, Abdel Qaki, mengatakan bahwa Ajaq dan seorang temannya sedang mengadakan barbeque di ladang desa, ketika dia ditembak oleh tembakan Israel, satu kali terkena kepala dan satu kali di dada.

Abdel Qaki juga mengatakan, ia tiba dilapangan tak lama setelah penembakan dan ikut membantu mengangkat Ajaq ke ambulan.

Saat itu paskukan Israel sempat menahannya sebentar bersama warga Palestina lainnya ditempat kejadian, untuk meminta identitas sebelum orang-orang bisa sampai ke Ajaq.

Ia mengatakan bahwa ajaq meninggal di ambulan saat perjalanan menuju rumah sakit. (Firda Zahrotun Nisa/Radar Jogja)

 

Editor : Bahana.
#Israel #tepi barat #amerika #Kecam