Sopir Kijang Dikeroyok Gerombolan Pemotor, Polresta Magelang  Buru Identitas Pelaku

Naila Nihayah • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 05:06 WIB

 

Ilustrasi pengeroyokan remaja.
Ilustrasi pengeroyokan remaja.

 

 

MUNGKID - Seorang pengemudi mobil Toyota Kijang berinisial SB, warga Cacaban, Kota Magelang dikeroyok oleh gerombolan pemotor pada Minggu (28/9). Polisi kini menyelidiki kasus tersebut dan berupaya mengidentifikasi para pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Peristiwa itu diduga bermula dari kesalahpahaman di jalan raya. Pengemudi Kijang disebut menghindari kendaraan di depannya hingga menyerempet kelompok pengendara sepeda motor yang melaju di sekitarnya. Situasi memanas dan berujung pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polresta Magelang Kompol La Ode Arwansyah mengatakan, hingga Senin (28/9), korban belum membuat laporan resmi kepada polisi. Meski begitu, polisi telah berupaya meminta keterangan korban dan tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.

Baca Juga: Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi, GIPI DIY Minta Keselamatan Kawasan Malioboro Dievaluasi

"Kami mencoba meminta keterangan, tetapi korban sedang fokus pemulihan atau ke rumah sakit untuk berobat," ujarnya di Mapolresta Magelang, Senin (28/9).

Dia menyebut, polisi saat ini memprioritaskan identifikasi para pengendara motor yang diduga melakukan pengeroyokan. Polisi juga menelusuri petunjuk yang dapat mengarah pada identitas mereka, termasuk kendaraan dan nomor polisi yang digunakan.

Upaya tersebut, kata La Ode, dilakukan karena korban diduga tidak mengenal para pelaku. Karena itu, rekaman video yang beredar di media sosial menjadi satu petunjuk awal bagi polisi untuk menelusuri kejadian.

Baca Juga: Tampil Perkasa, Tim Putri SMAN 1 Sewon Tundukkan SMAN 2 Bantul 44-12 di DBL Yogyakarta 2026

Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah pengendara motor mengerumuni seorang pria di dekat mobil Kijang. Beberapa orang tampak melakukan pemukulan, sementara korban terlihat berusaha menghindari serangan dan sempat terjadi pengejaran.

Dalam narasi, kejadian itu bermula ketika mobil Kijang yang membawa rombongan ibu-ibu membanting setir untuk menghindari sepeda motor yang mengerem mendadak. Manuver itu lantas memicu keributan dengan kelompok pemotor yang berada di belakangnya.

 

Namun, berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, peristiwa bermula ketika pengemudi mobil menghindari kendaraan di depannya. Saat menghindar, mobil tersebut diduga menyerempet kelompok pengendara motor hingga memicu kesalahpahaman.

Baca Juga: Guru Disabet Pakai Parang di Turi Sleman, Wali Murid Resmi Jadi Tersangka

La Ode menjelaskan, setelah terjadi perselisihan, mobil dan pengemudinya dihentikan di lokasi kejadian. Kelompok pengendara motor diduga menghalangi korban hingga terjadi penganiayaan. "Korban menghindari pengendara lain di depannya, tetapi cara menghindarinya menyerempet kelompok motor," sebutnya.

Polisi masih menunggu keterangan dari korban untuk memperoleh gambaran kejadian secara lebih lengkap. Termasuk rangkaian peristiwa sebelum pengeroyokan dan identitas orang-orang yang terlibat.

La Ode belum menyampaikan secara rinci jumlah orang yang diduga terlibat maupun identitas mereka. Sebab polisi masih berfokus menelusuri kendaraan dan nomor polisi yang terekam atau diketahui dari informasi awal. Meski korban belum melapor secara resmi, La Ode memastikan, penyelidikan tetap berjalan. Dia berharap, identifikasi para pelaku dapat segera dilakukan sehingga peristiwa yang viral tersebut bisa diungkap secara jelas. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
toyota kijang La Ode Arwansyah Polresta Magelang sopir Gerombolan