Empat Tahun, Pembunuh Janda Belum Terungkap: Keluarga Korban Tuntut Keadilan, Minta Polisi Usut

Muhammad Hafied • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:40 WIB
MERASA KEHILANGAN : Rizki Maolana Arif, 23, menunjukkan foto mendiang kakaknya yang ditemukan tewas mengenaskan di dekat mushola, tepatnya di Jalan Revolusi, Karanganyar, Kebumen pada pertengahan tahun 2022. (M Hafied/Radar Jogja)
MERASA KEHILANGAN : Rizki Maolana Arif, 23, menunjukkan foto mendiang kakaknya yang ditemukan tewas mengenaskan di dekat mushola, tepatnya di Jalan Revolusi, Karanganyar, Kebumen pada pertengahan tahun 2022. (M Hafied/Radar Jogja)

KEBUMEN - Kasus pembunuhan terhadap seorang janda, Sri Purwati, 27, pada pertengahan 2022 hingga kini belum terungkap. Polisi juga belum menemui titik terang siapa pelaku sebenarnya. Pihak keluarga korban sampai saat ini masih berjuang menuntut keadilan agar perkara tersebut segera dituntaskan.

Adik korban, Rizki Maolana Arif, 23, menyatakan, penanganan perkara yang telah berlangsung selama empat tahun menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Dia pun tak habis pikir sudah sekian lama kasus tersebut menguap begitu saja. Padahal keluarga korban selalu menunggu adanya kepastian hukum.

"Keluarga belum ikhlas. Sudah empat tahun tetapi belum ada perkembangan sama sekali," ujarnya kepada Radar Jogja, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: KAI Daop 6 Awali Rencana Perluasan Stasiun Lempuyangan, Respons Bertambahnya Pengguna KA

Rizki mengungkapkan, pascakejadian keluarga selalu intens meminta kejelasan kasus kepada pihak kepolisian. Namun, tetap saja tidak ada perkembangan berarti dari penanganan kasus tersebut. Keluarga berharap aparat kepolisian kembali mengusut perkara tersebut secara serius. Dia khawatir jika persoalan ini terus berlarut akan terjadi pengaburan perkara.

"Sekarang saya sudah sampaikan ke Polda supaya kasus ini terungkap," jelasnya.

Dalam kasus ini, Rizki melihat kegundahan hati orang tuanya. Kasus tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarga. Terlebih lagi korban yang merupakan kakak kandungnya meninggalkan dua orang anak yang masih kecil. Bahkan orang tuanya sempat pasrah dan meminta barang bukti milik korban kepada polisi. Yakni, berupa cincin dan handphone yang ditemukan saat kejadian. Barang bukti tersebut rencananya akan dijual untuk tambahan biaya hidup anak korban.

"Sama polisi tidak dikasih. Pikiran ibu saya timbang tidak dipakai, bisa dimanfaatkan," terangnya.

Baca Juga:   Di-DO UMPWR, Hilang selama Enam Bulan, Imigrasi Purworejo Deportasi Mahasiswa asal Mali

Bagi keluarga, kata Rizki, pengungkapan kasus pembunuhan yang merenggut nyawa kakaknya bukan sekadar hanya menemukan pelaku, tetapi juga bentuk keadilan pada setiap warga negara. Dia berharap kasus tersebut tidak berhenti tanpa kepastian, meski telah berlalu cukup lama. Keluarga juga meminta agar pelaku nantinya dapat dihukum setimpal.

"Sedih banget. Kami sedih karena sebelum kejadian kakak saya tiga minggu lagi mau nikah," tandasnya.

Sebelumnya, pada 24 Juni 2022 Sri Purwati, 27, warga Kelurahan Karanganyar, Kebumen ditemukan bersimbah darah dengan luka sayatan pada bagian kepala. Korban ditemukan tergeletak sekira pukul 24.00. Di sekitar lokasi, polisi menemukan benda tajam berupa kapak yang diduga menjadi alat eksekusi pembunuhan oleh pelaku.

Baca Juga: Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional Indonesia Junior Talent Cup U

Tak berselang lama, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil penyeledikan muncul dugaan bahwa pelaku merupakan anak punk. Dugaan tersebut berdasar adanya keberadaan anak punk di sekitar lokasi sebelum peristiwa nahas itu terjadi. (fid/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
usut kasus Belum Terungkap pelaku pembunuhan janda