RADAR JOGJA - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Metro Jaya berhasil membekuk buronan utama kasus narkotika berinisial MR alias "Bos Gendut" dalam operasi penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026).
Penangkapan ini diwarnai aksi perlawanan dari kelompok loyalis pelaku yang mengakibatkan seorang personel kepolisian terluka.
MR yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 7 November 2025 tersebut tak berkutik saat diamankan petugas di sebuah salon kecantikan kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, pada Rabu (12/8/2026) malam.
Baca Juga: Bintang Heroes dan Nashville, Hayden Panettiere Meninggal Dunia pada Usia 36 Tahun
Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, mengonfirmasi keberhasilan penangkapan gembong yang lama memimpin peredaran barang haram di wilayah tersebut.
"Salah satu gembong narkoba yang merupakan buronan sejak November 2025 atas nama MR alias Bos Gendut berhasil kami amankan," ujar Roy dalam keterangan resminya.
Berbekal hasil interogasi awal terhadap MR, tim gabungan langsung bergerak menyisir markas dan lokasi penyimpanan aset pelaku di Kampung Bahari pada Kamis pagi sekitar pukul 06.00 WIB.
Namun, kedatangan petugas disambut perlawanan sengit dari massa pendukung MR hingga menyebabkan seorang anggota Polri menderita luka di bagian mata.
Baca Juga: Sengatan Terik Berganti Dingin Karst: Upacara HUT RI Tak Biasa di Kegelapan Menoreh Kulon Progo
Meski sempat memanas, petugas berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan tiga tersangka tambahan yang diduga kuat berperan sebagai pengedar.
Dari penggerebekan tersebut, BNN menyita barang bukti berskala besar, di antaranya puluhan kilogram sabu, sejumlah paket ganja, uang tunai, dua unit mobil mewah (BMW X1 dan Mitsubishi Xpander), perangkat pengawas CCTV, hingga alat komunikasi HT.
Selain narkoba, petugas juga menemukan amunisi berbahaya berupa satu pucuk senjata api, satu senapan laras panjang, 54 butir peluru tajam kaliber 9 mm, serta 71 butir peluru karet.
Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Kantor BNN Jakarta Utara untuk proses penyidikan mendalam guna membongkar jaringan yang lebih luas.
Editor : Meitika Candra Lantiva