MUNGKID - Nasib malang menimpa warga Kecamatan Tempuran, Trisang Edi Wibowo. Uang tunai sebesar Rp 150 juta yang baru saja diambil dari bank raib setelah mobilnya dibobol pelaku di kawasan Pakelan, Mertoyudan, Kamis (30/7) siang.
Saat itu, korban tengah dalam perjalanan usai mengambil uang dari bank menggunakan mobil Honda Brio bernomor polisi (nopol) AA 1825 NA. Trisang sempat berhenti di kawasan Pakelan untuk membeli bakso dan memarkirkan mobilnya di depan kios kosong di sisi kiri jalan.
Korban lantas berjalan kaki menuju tempat berjualan. Saat itulah, pelaku beraksi dan memecahkan kaca mobil bagian samping. Pelaku menyusup ke dalam mobil tanpa membuka pintu, mengambil uang yang disimpan di bawah jok depan sebelah kiri, lalu melarikan diri.
Baca Juga: DPRD Kota Jogja Luncurkan e-Kunker, Tamu Dewan Kini Diarahkan ke Kampung Wisata
Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku. "Tim kami masih mengumpulkan bukti-bukti petunjuk untuk menemukan identitas pelaku," ujarnya saat ditemui, Jumat (31/7).
Dia menjelaskan, polisi tidak hanya berfokus pada TKP, tetapi juga menelusuri pergerakan korban sejak keluar dari bank hingga tiba di lokasi pembobolan. "Jalur yang dilalui sudah kami petakan. Harapannya, dari situ bisa kita olah untuk menemukan pelaku," imbuhnya.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi. Mereka terdiri dari korban dan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Pelaku diduga berjumlah dua orang dan seluruhnya mengenakan masker sehingga menyulitkan identifikasi wajah.
Untuk kendaraan yang digunakan, kata Toyib, saksi belum bisa memastikan. Karena perhatian mereka saat itu fokus pada kejadian pecah kaca. Terlebih, aksi pelaku berlangsung sangat cepat dan terbilang terorganisasi.
Pelaku, lanjut dia, tidak membuka pintu mobil, melainkan langsung memecahkan kaca dan masuk ke dalam kendaraan. "Begitu kaca pecah, pelaku langsung masuk. Tidak membuka pintu karena kalau pintu dibuka, alarm akan berbunyi. Jadi polanya memang cepat," jelasnya.
Menurut dia, cara pelaku mengambil uang yang tersimpan di bawah jok menunjukkan kemungkinan bahwa pelaku sudah memahami kebiasaan korban atau pola umum penyimpanan uang di dalam mobil. "Karena biasanya kalau tidak di jok kanan-kiri, ya di bagasi. Tapi ini langsung ke titiknya," tambahnya.
Baca Juga: Warga Purworejo Ikut Keciduk KPK, Persekongkolan Anak dan Ayah Minta Rp 2 M untuk Urus Kasus
Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV untuk mengungkap jejak pelaku. Semula, penyisiran difokuskan pada area sekitar TKP. Namun kini, cakupan diperluas mengikuti rute perjalanan korban.
"Dari alun-alun, kemudian lewat Pecinan, sempat berhenti di Rejowinangun, lalu ke arah Artos, dan terakhir di TKP. Titik-titik CCTV di sepanjang jalur itu sekarang sedang kami petakan," sebutnya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah korban sudah dibuntuti sejak keluar dari bank atau pelaku baru beraksi ketika melihat kesempatan di lokasi kejadian. "Itu penting untuk menguatkan pola kejahatan ini," sambungnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo