YOGYAKARTA — Kasus peretasan akun Instagram resmi milik klub sepak bola kebanggaan masyarakat Bantul, Persiba Bantul (@persibabantul), memakan korban.
Korban berasal dari kalangan suporter dan masyarakat umum yang teperdaya oleh berbagai modus penipuan yang diluncurkan pelaku melalui akun tersebut.
Berdasarkan sejumlah bukti tangkapan layar percakapan yang beredar, korban mengaku sangat lengah karena penawaran tersebut diunggah langsung oleh akun resmi yang sudah lama dipercayai publik.
Jika sebelumnya modus penipuan di media sosial yang diretas identik dengan tebus murah ponsel pintar (gadget), peretas akun Persiba Bantul ini ternyata juga menggunakan modus lain yang tidak kalah memikat, yaitu promo tebus murah emas.
Banyak korban yang akhirnya melakukan transaksi karena mengira penawaran tersebut adalah bagian dari program giveaway resmi untuk merayakan momen tertentu dari klub Laskar Sultan Agung.
"Mas, suami saya juga kena tipu emas di akun Persiba Bantul. Mohon maaf mau tanya, itu bisa diurus tidak ya mas? Soalnya kan itu akun resmi ya, yang kena hack dikira kemarin juga resmi giveaway-nya," tulis salah satu istri korban yang merasa kebingungan mencari solusi pertanggungjawaban.
Dampak finansial yang dialami oleh para korban pun tidak main-main. Beberapa di antaranya terpaksa gigit jari setelah kehilangan uang yang sebenarnya dialokasikan untuk kebutuhan mendesak atau merupakan hasil jerih payah menabung.
Seorang korban lain meluapkan kesedihannya setelah menyadari uang tabungannya amblas akibat penipuan ini.
"Waduh, aku ya kena mas. Tak kira itu giveaway beneran dari official Persiba. Malah aku sudah melakukan transaksi lagi. Minta tolong mas informasinya, itu uang tabungan malah kena scam mengatasnamakan Persiba," ungkap korban lainnya.
Selain kerugian materi, mayoritas korban saat ini didera kebingungan mengenai langkah hukum yang harus ditempuh. Mengingat transaksi dilakukan ke rekening pelaku namun melalui akun resmi klub sepak bola, banyak korban yang bertanya-tengah ke mana mereka harus melayangkan laporan agar uang mereka bisa kembali atau setidaknya pelaku bisa segera dilacak.
Melihat korban yang mulai berjatuhan, suporter dan netizen lain diimbau untuk saling mengingatkan di berbagai platform media sosial. (Tita Aurelia Pitaloka)
Editor : Bahana.