MUNGKID - Sejoli berinisial MND, 24 dan ERP, 20 digerebek warga di kamar mandi kompleks Masjid Baitussalam, Prajenen, Mertoyudan. Bahkan, video penggerebekannya viral di media sosial dan berujung pada penyelesaian damai yang difasilitasi kepolisian.
Dalam video yang beredar, tampak seorang laki-laki keluar lebih dulu dari kamar mandi perempuan, disusul seorang perempuan tak lama kemudian. Keduanya kemudian diamankan warga sebelum dibawa ke Mapolsek Mertoyudan.
Warga setempat, Novi Irmawati mengaku telah mencurigai keduanya karena pernah melihat kejadian serupa sekitar satu bulan lalu di lokasi yang sama. "Sudah lama saya curiga. Sebulan lalu juga pernah kejadian, tapi waktu itu tidak ada bukti," bebernya, Selasa (14/7).
Baca Juga: IOA Global Jajaki Kerja Sama dengan Pemprov Jateng, dari Investasi Hingga Pendidikan Vokasi
Kecurigaan kembali muncul saat Novi melihat pasangan tersebut datang berboncengan sepeda motor pada Senin (13/7) pukul 08.00. Laki-laki lebih dulu masuk ke area masjid, disusul perempuan sekitar lima menit kemudian.
Merasa ada yang janggal, Novi lantas berpura-pura membuang sampah untuk memastikan kondisi sekitar. Ia mendapati sepeda motor terparkir, namun kedua orang tersebut tidak terlihat di area terbuka. "Saya cek ke kamar mandi perempuan, ternyata di dalam ada berdua," katanya.
Novi pun memanggil sejumlah warga lain, termasuk tetangganya, untuk memastikan temuan itu sekaligus mendokumentasikan kejadian sebagai bukti. Lalu, warga menggedor pintu kamar mandi dan meminta penghuni keluar.
Baca Juga: BPS Kota Jogja Tegaskan Masyarakat Bisa Isi Sensus Ekonomi Mandiri Jika Tidak Nyaman Diwawancarai Petugas
Namun, dari dalam hanya terdengar suara perempuan yang mengaku sendirian. Hal itu praktis memperkuat kecurigaan warga dan terus mendesak agar pintu dibuka. Setelah beberapa kali digedor, seorang laki-laki, akhirnya keluar lebih dulu dari dalam kamar mandi perempuan.
Tidak lama kemudian, lanjut dia, perempuan yang berada di dalam juga keluar setelah diberi kesempatan mengenakan pakaian dengan layak. "Yang laki-laki keluar dulu. Perempuannya sempat tidak mau keluar, tapi akhirnya keluar setelah dibujuk," terang warga lain, Ririn Puji Astuti.
Dia mengatakan, warga kemudian meminta identitas keduanya. Perempuan tersebut sempat terlihat ketakutan saat diminta menunjukkan kartu identitas, namun akhirnya bersedia menyerahkan KTP.
Baca Juga: Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo Berpotensi pada Besaran Dana Bos yang Diterima, Begini Dampaknya!
Peristiwa itu pun segera dilaporkan kepada ketua RT dan perangkat dusun setempat. Tidak lama berselang, polisi datang ke lokasi dan membawa keduanya ke Mapolsek Mertoyudan untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Mertoyudan AKP Aris Mulyono menyebut, keduanya berinisial MND warga Kecamatan Mertoyudan, sedangkan perempuan berinisial ERP warga Kecamatan Secang. Penanganan kasus ini dilakukan melalui pendekatan problem solving.
Polisi pun melibatkan berbagai unsur, mulai dari keluarga kedua belah pihak, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga takmir masjid. "Penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dengan menghadirkan seluruh pihak terkait untuk menjaga situasi tetap kondusif," terangnya.
Baca Juga: Penyebab Krisis Siswa SD Negeri Pendem Kulon Progo yang Gelar MPLS 2026 Tanpa Siswa Kelas Satu
Proses mediasi berlangsung di Mapolsek Mertoyudan sejak pukul 09.00 hingga 13.30. Dalam forum tersebut, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Dia mengingatkan warga untuk menjaga norma, etika, serta menghormati kesucian tempat ibadah. "Tempat ibadah harus dijaga kesuciannya. Kami mengimbau masyarakat untuk segera berkoordinasi dengan aparat jika menemukan potensi gangguan kamtibmas," tegasnya. (aya)