Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gangster di Kebumen Lempar Bom Molotov dan Jarah Paket, Empat Pemuda Diringkus Polisi

Muhammad Hafied • Senin, 13 Juli 2026 | 20:02 WIB
Kaca pada pos jaga di Kantor Kepala Desa Kaligending pecah dalam aksi brutal yang dilakukan sekelompok ganster. (M Hafied/Radar Jogja)
Kaca pada pos jaga di Kantor Kepala Desa Kaligending pecah dalam aksi brutal yang dilakukan sekelompok ganster. (M Hafied/Radar Jogja)

 

 

 

 

 

KEBUMEN - Aksi brutal sekelompok gangster terjadi di Desa Kaligending, Karangsambung, Kebumen pada Sabtu dini hari (11/7). Dalam peristiwa tersebut dua pemuda dilaporkan menjadi sasaran pengeroyokan.

 Tak hanya itu, kelompok ini juga nekat melakukan pengerusakan terhadap fasilitas desa serta menjarah paket di sebuah outlet jasa ekspedisi yang berada dekat di sekitar lokasi kejadian.

Belum diketahui pasti motif dari aksi gangster tersebut. Namun begitu, polisi kini telah berhasil meringkus empat pemuda sebagai tersangka kasus tersebut. Mereka diamankan di wilayah Kecamatan Sruweng pada Minggu dini hari (12/7).

Baca Juga: Van Gastel Ungkap Tantangan Melatih PSIM, Ambisi Harus Disesuaikan dengan Anggaran

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan untuk mengurai kasus tersebut. "Sudah di tangani oleh Satreskrim Kebumen. Untuk perkembangan akan di sampaikan segera," jelas Kasat Reskrim Polres Kebumen AKP Kanzi Fathan kepada Radar Jogja, Senin (13/7).

Dalam rekaman kamera pengawas, aksi gangster itu terjadi sekira pukul 03.13. Lokasinya berada persis di samping Kantor Kepala Desa Kaligending atau tepatnya di area usaha BUMDes desa setempat. Suasana sepi selepas warga menyaksikan duel pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 mendadak mencekam akibat ulah gangster tersebut.

Para pelaku kedapatan datang secara berkelompok dengan mengenakan sepeda motor. Mereka kemudian melakukan aksi penyerangan secara serampangan kepada warga di depan area BUMDes.

Baca Juga: Sebanyak 38 Calon Paskibraka Kota Jogja Mulai Jalani Latihan Intensif, Ini Tahapannya

"Sempat ribut dulu sama orang nongkrong di Jembatan Merah Putih. Terus geser, ribut lagi," ucap Ketua RT setempat, Samingan.

Dalam peristiwa itu, sebagian warga yang panik melihat kedatangan gangster kemudian masuk ke outlet jasa ekspedisi yang kebetulan masih buka operasional.

Tak berselang lama salah satu anggota dari kelompok melemparkan bom molotov ke arah bangunan tersebut. Atas aksi ini sebagian paket milik pelanggan dilaporkan ikut terbakar.

Baca Juga: Pemain Berdarah Yogyakarta Mitchell Baker Resmi Menjadi WNI Setelah Pengambilan Sumpah Kewarganegaraan

Setelah nekat melempar bom molotov, kelompok gangster itu juga merangsek masuk ke dalam outlet. Di sinilah aksi pengeroyokan dilakukan. Sejumlah warga dan pekerja jasa ekspedisi turut menjadi sasaran amukan gangster. Masing-masing korban dilaporkan mengalami lula akibat aksi pengeroyokan.

"Satu korban, orang baru pulang kerja. Korban lain itu tukang paket, habis selesai sortir barang kena sasaran," jelasnya.

Sementara itu, admin outlet jasa ekspedisi Vita Irawati, 26, menyatakan, pihaknya harus menanggung kerugian akibat sejumlah paket milik pelanggan terbakar dari adanya aksi pelemparan bom molotov.

Baca Juga: Aliansi Rakyat Peduli Indonesia Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Pelecehan Anak di PN Bantul

Di samping itu pelaku juga menjarah satu paket karung milik ekspedisi lain. Ia mengatakan, dalam rekaman CCTV, pelaku sempat membuka laci untuk mencari barang berharga pada bagian ruang utama.

 "Punya kami ada tiga paket terbakar dan dua paket hilang. Satu karung paket dibawa, tapi itu bukan paket kami. Kurir sebelah pas titip di sini," bebernya.

Kepala Desa Kaligending Lukman Hakim cukup menyangkan aksi brutal itu terjadi di desanya. Padahal dari infomasi yang dia peroleh, dua kelompok yang sedang bersiteru merupakan pemuda di wilayah Sadang dan wilayah Kebumen.

Baca Juga: Relokasi, MPLS 2026 SMPN 1 Wates Kulon Progo Berlangsung di Gedung Sekolah Terpadu

 Dia pun meminta polisi segera mengusut tuntas kasus itu agar tak terulang di kemudian hari. "Sangat menyayangkan. Untung saja kantor tidak ikut terbakar. Kami apresiasi polisi bertindak cepat," ucapnya.

Lukman mengungkapkan, sejumlah fasilitas desa ikut menjadi sasaran amukan gangster tersebut. Dia menyebut sebagian kaca kantor desa dan pos jaga pecah serta wastafel dirusak dalam kejadian itu. Selain menimbulkan kerugian materil, warga juga dirundung ketakutan akibat ulah gangster tersebut.

"Bukan soal kerugian ganti kaca, tapi ada yang lebih urgent yaitu rasa aman warga," kata Lukman. (fid/pra)

Editor : Heru Pratomo
paket ekspedisi gangster kebumen bom molotov Kaligending