Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ilmu Kebal Ternyata Tak Mempan, Remaja di Dukun, Magelang Alami Luka Bacok saat Duel

Naila Nihayah • Selasa, 23 Juni 2026 | 22:44 WIB

 

ilustrasi tawuran
ilustrasi tawuran

 

 

 

 

MUNGKID - Dugaan pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) yang sempat menghebohkan warga Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, akhirnya terungkap. Alih-alih aksi kriminal, peristiwa yang terjadi pada Senin (22/6) dini hari itu justru duel antarremaja yang saling mengenal untuk menguji ilmu kebal.

Wakasat Reskrim Polresta Magelang AKP Toyib Riyanto menjelaskan, semula korban berinisial ETH, 17 mengaku kepada orang tuanya bahwa dirinya dibacok oleh OTK saat berkendara bersama tiga temannya sekitar pukul 00.30. Peristiwa itu pun dilaporkan ke Polsek Dukun dan sempat menggegerkan warga.

Polisi kemudian melakukan pendalaman dengan memeriksa korban dan mendatangi lokasi kejadian di wilayah Desa Kalibening. Kemudian menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Ratusan Tenaga Satpam Outsourcing di Pemkot Jogja Diduga Korban Penipuan Sertifikasi Gada Pratama, Proses Hukum Dinilai Lamban

 "Hasil pengecekan CCTV menunjukkan hanya ada dua kendaraan yang terlibat, tidak ada pelaku lain seperti yang disampaikan awal," terangnya, Selasa (23/6).

Berdasarkan temuan tersebut, polisi mengamankan RA pada Senin malam sekitar pukul 23.00, kurang dari 24 jam setelah kejadian. Dari hasil pemeriksaan, peristiwa bermula saat korban bersama teman-temannya mengonsumsi minuman keras (miras).

Dalam kondisi tersebut, korban mengaku baru saja mendapatkan 'ilmu kebal' dari seorang ahli spiritual dan ingin membuktikan kemampuannya. Lantas, kata Toyib, korban menantang temannya sendiri, RA, 17 untuk berduel menggunakan senjata tajam (sajam).

Baca Juga: Mau Liburan Tanpa Bikin Dompet Menangis? Intip 7 Tips Travelling Hemat Ini!

 "Kedua belah pihak saling kenal dan sepakat melakukan duel untuk mencoba apakah dirinya kebal atau tidak," jelas Toyib.

Dalam duel tersebut, masing-masing membawa sajam. RA menggunakan corbek, sementara ETH menggunakan celurit. Alih-alih kebal, korban justru mengalami luka serius di tangan kirinya akibat sabetan corbek dan menjalani operasi di RSUD Muntilan.

 "Untuk lukanya cukup serius, ada urat yang putus sehingga harus dioperasi. Proses pemulihan diperkirakan sekitar dua bulan," terangnya.

Baca Juga: Mahasiswa FBE UAJY Borong Prestasi Dalam EduTalk Fair Competition 2026

Dalam kasus ini, lanjut Toyib, RA dijerat dengan dugaan penganiayaan terhadap anak sekaligus kepemilikan sajam. Sementara korban ETH juga akan diproses terkait kepemilikan senjata tajam.

Namun, keduanya tidak dilakukan penahanan. Lantaran mempertimbangkan status mereka yang masih di bawah umur serta adanya permohonan dari orang tua dan jaminan dari pihak keluarga maupun kepala desa.

"Karena masih anak-anak dan ada permohonan penangguhan serta jaminan, untuk sementara tidak dilakukan penahanan. Tapi proses hukum tetap berjalan," ungkapnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#ilmu kebal #tawuran #dukun magelang #RSUD Muntilan #sajam