BANTUL - Gerakan Orang Tua Memanggil digalakkan oleh Polres Bantul. Tujuannya untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang melibatkan remaja. "Melalui gerakan ini, para orang tua diimbau memastikan anak-anaknya sudah berada di dalam rumah sebelum pukul 22.00" jelas Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto Rabu (20/5).
Jika orang tua lengah bisa berdampak fatal bagi masa depan anak mereka. Membiarkan anak keluar malam tanpa kontrol yang jelas dapat membuka ruang bagi mereka untuk menjadi korban, atau justru terseret menjadi pelaku kriminalitas.
Lanjutnya, jangan sampai kelengahan orang tua menjadi bahaya bagi anak. Apalagi menjadi pelaku dari sebuah kejahatan. "Intinya jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau bahkan pelaku kejahatan jalanan," ujarnya.
Bayu menjelaskan, ada berbagai ancaman nyata yang mengintai anak-anak remaja jika dibiarkan berkeliaran pada malam hari. Mulai dari aksi tawuran, balap liar, korban kejahatan jalanan (klitih), hingga terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Oleh karena itu, ia meminta para orang tua memposisikan keselamatan anak sebagai prioritas utama dan membangun komunikasi yang tegas namun penuh kasih di lingkungan keluarga.
"Anak harus selalu diawasi, didampingi, dan dilindungi. Kami mengusung slogan Keluarga Nyaman, Bantul Aman!," tegasnya.
Baca Juga: Lawan PSIM Jogja di Laga Pamungkas, Marcos Santos Fokus Benahi Lini Pertahanan Arema FC
Ia pun merinci tiga poin imbauan yang wajib diperhatikan oleh seluruh elemen masyarakat, khususnya bagi orang tua. Antara lain orang tua diminta memastikan anak pulang ke rumah sebelum pukul 22.00. Pastikan dan ketahui dengan pasti keberadaan anak. Awasi setiap aktivitasnya dengan penuh kasih. Serta masuk ke Sekolah-sekolah, antisipasi geng pelajar.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pembinaan dan penyuluhan langsung ke sekolah-sekolah yang ada di Bumi Projotamansari ini.
Langkah ini diambil untuk memberikan pengertian secara langsung kepada para siswa mengenai bahaya laten kejahatan jalanan beserta risiko hukum yang mengintai.
"Kami berikan pemahaman agar mereka tidak ikut-ikutan masuk ke dalam geng sekolah yang mengarah pada kegiatan negatif," katanya.
Pihaknya juga melakukan patroli skala besar khusunya di akhir pekan. Dengan menyasar tempat-tempat yang dijadikan tongkrongan bagi remaja dan titik-titik rawan berdasarkan pemetaan. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita