"Kebetulan ketiganya warga Bangunharjo, Sewon," katanya saat jumpa pers di Polsek Bantul Selasa (5/5).
Dari keterangan terduga pelaku yang telah tertangkap, pihak kepolisian berhasil mengamankan terduga pelaku lainnya berinisial MRZ di Banguntapan beserta 13 unit sepeda motor tanpa dilengkapi dengan surat-surat. "TY menjual motor curian ke MRZ," katanya.
Selanjutnya pihaknya terus mengembangkan kasus sehingga bertambah enam sepeda motor hasil curian. Total hasil curiannya sebanyak 19 unit sepeda motor.
"Dan satu unit kendaraan sebagai sarana untuk melakukan kejahatan," terangnya.
Enam unit sepeda motor tersebut sebelumnya telah dijual oleh TY kepada beberapa orang salah satunya berinisial M. Berdasarkan keterangan TY, M menerima lebih dari 30 unit sepeda motor darinya. Namun demikian M masih dalam penyelidikan.
"Tidak menutup kemungkinan kita menyasar ke pelaku yang lain, namun masih dalam pendalaman kami," katanya.
Selain mencuri di wilayah Sewon, para pelaku telah melakukan perbuatan yang sama di beberapa TKP yakni Banguntapan, Kasihan, Imogiri, Bantul Kota, dan Pleret.
"Pelaku ini sangat meresahkan, mereka beroperasi dari tahun 2023 dan berakhir 2026 bulan Februari," terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Sewon AKP Rudianto mengatakan, para pelaku mencuri sepeda motor dengan cara didorong dan menggunakan kunci T. Selanjutnya sepeda motor diubah warna dengan cara dipilok. Nomor rangka dan nomor mesin dihapus. Serta pelat nomor polisi diganti untuk mengelabui pihak kepolisian. Para terduga pelaku juga mencopot kerangka berupa spare part motor lalu dijual per kilogram.
"Sparepart dijual gelondongan harga sekitar Rp 1,8 juta masih baru dan ada juga Rp 700 ribu kendaraan kategori lama," terangnya.
Sasaran para terduga pelaku di tempat kos-kosan dengan sepada motor yang kebanyakan tidak terkunci stang.
Sementara itu, korban pencurian motor asal Imogiri Ari Bowo, 30 mengatakan, ia kehilangan motor sejak dua minggu sebelum puasa tahun ini. "Hilang di depan rumah sekitar jam satu pagi, terus sekitar Subuh lapor ke Polsek Imogiri," katanya.
Sebenarnya, motor yang ia letakkan di depan rumahnya sudah dikunci stang, tetapi tetap saja bisa dicuri. Setelah motornya dicuri pelat nomornya sudah diganti dan kunci motor telah diganti. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur akhirnya motornya bisa ditemukan kembali. "Berarti masih rezeki," tuturnya.
Baca Juga: Statistik Impresif PSS Sleman di Musim 2025/2026, Cetak 53 Gol dan Amankan Tiket Kasta Tertinggi
Korban pencurian motor lainnya asal Kasihan Heri Prakoso, 39, mengatakan, sudah satu tahun motornya hilang. Awal mulanya motornya diparkirkan di depan rumah sekitar pukul 03.00 pagi dan dalam keadaan telah dikunci stang. Namun, saat keluar rumah pukul 05.00 ternyata motornya sudah tidak ada.
"Saat ini pelat sudah diganti, mesinnya ini kelihatannya sudah rusak lagi, tapi alhamdulillah motor sudah kembali," terangnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita