JOGJA - Aksi pencurian gamelan terjadi di lantai empat Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Selasa (14/4) sekitar pukul 14.52. Pelaku diduga sama dengan pencurian yang turut terjadi di ISI Surakarta dan ISI Yogyakarta.
Dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa UGM Rudy Wiratama memastikan, pelaku bukanlah orang dalam. Sebab dari rekaman CCTV, ciri-ciri fisiknya sama dengan pelaku di kampus lain.
"Ketika kita cocokkan dengan institusi lain yang juga kehilangan gamelan, baik itu ISI Yogyakarta maupun ISI Surakarta, itu ada indikasi orangnya itu sama. Identik," katanya Jumat (17/4).
Hal itu dipastikannya dari rekaman CCTV dan ciri-ciri fisiknya sama. Dari sana, memang terliha ada sesorang yang mengambil komponen gamelan. "Sekitar pukul 12 siang lebih, itu pelaku sudah masuk," ucapnya.
Pelaku diduga berjumlah dua orang. Mereka berboncengan menggunakan motor. Terduga pencuri dua kali melakukan percobaan pencurian. Pertama sekitar pukul 12.00, namun gagal karena di ruang gamelan masih banyak mahasiswa.
"Yang kedua itu sore, mahasiswa juga banyak yang sudah pulang. Itu baru aksi pencurian itu bisa dilakukan," tuturnya.
Pencuri tersebut mengambil bagian dari gamelan jenis demung, yakni berupa bilah yang terbuat dari perunggu. Sedangkan rancakan gamelan, tidak diambil karena terlalu berat. "Rancakan itu kira-kira, 20-30 kilo," ujarnya.
Baca Juga: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Beri Apresiasi, Pompanisasi Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Magelang
Dalam aksinya, mereka menggunakan ransel. Total ada tujuh demung yang diambil. Kerugiannya ditaksir mencapai Rp 12,5 juta.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menyebut, saat ini laporan pencurian tengah ditindaklanjuti oleh kepolisian. Sampai saat ini, kasus masih dalam penyelidikan dan pelaku masih dalam proses pencarian. (oso/del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita