SLEMAN - Ramai di media sosial adanya informasi terjadi klitih pada Minggu (5/4) sekitar pukul 03.00 di Jalan Godean Km 9,5 Senuko, Sidoagung, Godean, Sleman. Pelaku disebut membawa senjata tajam berupa clurit dan melukai korban.
"Polsek Godean kemarin sudah mendatangi lokasi terkait adanya laporan diduga penganiayaan," kata Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro dalam keterangan resmi, Senin (6/4).
Dia menjelaskan, kronologi berawal saat korban berinisial DHA (21) melintasi tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan mengendarai sepeda motor honda ccopy putih.
Posisi korban bonceng tiga. Pengemudi adalah adalah MIAV (21), lalu korban berada di tengah, dan yang berada di paling belakang adalah MAAP (21). Ketiganya merupakan mahasiswa asal Jambi.
Setelah sampai di depan RM Baleroso diduga pelaku menyalip kendaraan korban dan saling memandang melotot. Lalu sesampainya di pertigaan Bapas, dua kendaraan di duga pelaku putar arah sambil menyeret benda yang tidak di ketahui korban.
"Benda tersebut bersentuhan dengan aspal sehingga mengeluarkan percikan api," tambahnya.
Argo menjelaskan, setelah itu motor korban berhenti dan bertiga turun dari motor di depan penjual bambu. Rekan korban lari ke tempat pemotongan ayam dan di kejar para pelaku tapi tidak tertangkap.
Setelah itu para pelaku berbalik mendekati korban yang saat itu tertinggal di motor dan salah satu di duga pelaku menganiaya dengan senjata tajam jenis clurit. Korban berusaha menangkis dan mengenai tangan yang menyebabkan tiga luka di tangan dan satu luka di punggung.
Setelah itu para pelaku yang menggunakan sekitar tujuh sepeda motor dan 1 mobil pickup yang berisi sekitar delapan orang meninggalkan korban.
Sementara korban di bawa ke RS PKU MUH Gamping dan rawat jalan. Selanjutnya pada Minggu (5/4) sekitar jam 05.15 Wib korban datang ke Polsek Godean untuk melaporkan kejadian tersebut.
Baca Juga: Assisten Pelatih Manchester City Pep Lijnders Isyaratkan Bernardo Silva Akan Hengkang di Akhir Musim
"Kepolisian saat ini masih meminta keterangan dari para saksi dan korban. Serta mengecek CCTV yang berada di sekitar kejadian untuk penyelidikan dan penelusuran," katanya. (del)
Editor : Bahana.