RADAR JOGJA - Peristiwa tragis terjadi di Dusun Pisang Kemang, Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Seorang ibu dengan inisial S, diduga membakar anaknya sendiri, MI, saat sang anak sedang tidur.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu 22 Februari 2026 di siang hari.
Kronologi
Kejadian ini bermula saat S membangunkan MI yang sedang tidur di kasur di halaman belakang rumah mereka.
S membangunkan MI untuk membantunya mencari rumput guna pakan ternak.
Namun MI tidak segera bangun meski ibunya berulang kali membangunkannya.
Keduanya sempat cek cok dan MI menolak membantu ibunya.
Hal ini membuat S kesal dan tersulut emosi.
Dia mengambil pertalite yang ia jual di depan rumahnya dan menyiramkannya pada MI.
MI yang kaget akan hal itu langsung pergi membersihkan pertalite yang disiram oleh ibunya.
Belum sempat dibersihkan, S melempar korek api dan membakar tubuh anak kandungnya itu.
MI langsung berteriak dan meminta pergi meminta bantuan kepada adiknya.
Sementara sang ibu seolah tersadar akan perbuatannya, berteriak histeris sambil masuk ke dalam rumahnya dan tiba-tiba pingsan.
Polisi dari kecamatan Plampang langsung menuju ke lokasi setelah mendapat laporan ibu yang membakar anaknya itu.
MI langsung dilarikan menuju puskesmas Plampang sebelum akhirnya dipindahkan ke RS Manambai Abdul Kadir Sumbawa untuk penangan medis intensif akibat luka bakar serius yang dialaminya.
Ibunya, S juga dibawa ke puskesmas Plampang karena ditemukan tak sadarkan diri di dalam rumah.
Diketahui keluarga itu adalah warga pendatang yang berasal dari Bima yang sedang menetap di Plampang.
Mereka menetap di plampang untuk bekerja sebagai petani bawang.
Kasi Humas Polres Sumbawa Ipda Mulyawansyah menambahkan, motif sementara S membakar anaknya karena tersulut emosi.
S diduga kesal terhadap MI yang tak bangun dari tempat tidurnya untuk mencari rumput pakan sapi.
Pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami motif pasti di balik nekatnya tindakan yang dilakukan sang ibu terhadap anak kandungnya ini. (Nur Aisyatul jannah NR)
Editor : Meitika Candra Lantiva