JOGJA - Dugaan percobaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di sebuah sungai di Jalan Pramuka, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Jumat (13/2/2026) sore.
Pelaku berinisial RK, 23, warga luar Jawa, sempat bersembunyi di gorong-gorong sebelum berhasil diamankan warga.
Kasus ini sempat menggegerkan warga sekitar. Beberapa kabar awal bahkan menyebut peristiwa tersebut sebagai penculikan.
Saksi mata Reza, penjual es teh di lokasi menceritakan, ia mendengar teriakan minta tolong sekitar pukul 14.30.
“Ada anak kecil nangis minta tolong. Saya tanya-tanya ke sekitar, ternyata mau dirudapaksa,” ujar Reza kepada Radar Jogja.
Ia menambahkan, korban yang hendak dirudapaksa merupakan siswa sekolah dasar dan saat ditolong warga sudah dalam kondisi tidak memakai celana. “Pelakunya lalu lari, kabur,” ungkapnya.
Baca Juga: Gunakan Warna Hijau, Emas, dan Merah, Ini Arti di Balik Logo Hari Jadi ke-271 DIY Hasil Sayembara
Kapolsek Umbulharjo AKP Hellga Dimas Prakosa menyatakan, bahwa kasus tersebut merupakan dugaan pelecehan seksual terhadap anak.
Kronologi bermula ketika ada dua orang anak kecil sedang mencari ikan. Lalu datang RK yang mengobrol dengan korban.
Hellga mengungkap, pelaku sempat bertanya kepada kedua korban lalu mengajak salah satu anak masuk ke dalam gorong-gorong.
Di lokasi tersebut kemudian pelaku melakukan dugaan pelecehan seksual. Lantaran takut korban kemudian berlari dan berteriak meminta tolong.
Teriakan dari korban lalu memancing warga untuk mengejar pelaku. Hellga mengungkap, RK sempat masuk ke dalam gorong-gorong hingga 500 meter.
Kemudian berhasil diamankan di sisi selatan gorong-gorong.
Baca Juga: Tradisi Jelang Ramadan! Meriahnya Nyadran Agung di Kulon Progo, Warga Rebutan 22 Gunungan
Hellga menyatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Namun berdasarkan pemeriksaan awal, korban sempat dipelorotkan celananya oleh pelaku.
Polisi juga melakukan pendampingan terhadap korban agar tidak memberikan efek traumatis.
“Kami masih mencoba menggali informasi tersebut (dugaan pelecehan seksual),” tandas perwira polisi dengan dua bunga melati di pundak itu. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita