MUNGKID — Polisi mengamankan dua terduga pelaku penyerangan pelajar SMP berinisial RMP, 14 yang meninggal usai terjatuh dari sepeda motor. Dia diduga diserang oleh sekelompok remaja tak dikenal di kawasan Mertoyudan, Jumat (7/11) sekitar pukul 17.30 di depan SMAN 1 Kota Mungkid.
Saat kejadian, korban diketahui berboncengan tiga bersama dua rekannya, FKM, 14 dan MFP, 14 yang merupakan pelajar SMPN 2 Mertoyudan. Mereka mengendarai Honda Scoopy bernomor polisi AA 2779 AAB dari arah Mertoyudan menuju Mungkid.
Namun di tengah perjalanan, ketiganya dikejar sekelompok remaja lain yang membawa senjata tajam. Aksi kejar-kejaran itu berujung maut ketika motor korban terjatuh keras ke tepi jalan. RMP mengalami luka serius di kepala dan meninggal di rumah sakit.
Ps Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik Purbianto menyebut, penyelidikan cepat dilakukan oleh Satreskrim Polresta Magelang. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan, peristiwa tersebut bukan aksi klithih, melainkan tawuran terencana yang dipicu oleh tantangan antarkelompok pelajar di media sosial.
"Dari hasil penyelidikan, peristiwa ini bukan klithih, tapi tantang-tantangan antara dua kelompok remaja yang saling menantang lewat Instagram," ujar dia di kantornya, Rabu (12/11).
Pertemuan itu, kata Ady, disepakati berlangsung di kawasan Mertoyudan. Saat kedua kelompok bertemu, terjadi aksi kejar-kejaran dan saling serang. Salah satu pelaku bahkan mengayunkan senjata tajam (sajam) ke arah korban.
Hanya saja, ayunan sajam itu tidak sampai mengenai tubuh korban, hanya mengenai jaketnya. Namun, korban dan dua temannya panik, lalu kehilangan kendali, dan akhirnya terjatuh. "Setelah itu para pelaku melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak di jalan," paparnya.
Dari penelusuran digital terhadap akun media sosial yang digunakan untuk mengatur pertemuan tersebut. Hasilnya, dua remaja terduga pelaku berhasil diamankan oleh tim Resmob Polresta Magelang pada Selasa (11/11) malam.
Keduanya masing-masing berusia 15 tahun dan 17 tahun, serta diketahui berperan sebagai pengemudi sepeda motor dan pembawa senjata tajam saat kejadian. "Keduanya masih anak-anak. Saat ini ditahan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelas Ady.
Dia mengatakan, polisi masih terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap peran pelaku lain yang diduga terlibat dalam pengejaran dan mengatur tantangan di media sosial. Dia pun mengimbau kepada para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak di dunia maya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo