RADAR JOGJA - Insiden ledakan mengguncang SMA Negeri 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Perisiwa tersebut terjadi saat siswa dan guru sedang melaksanakan ibadah salat Jumat di mushola sekolah Jumat (7/11).
Ledakan pertama terjadi sekitar pukul 12:15 WIB saat khutbah kedua sedang berlangsung di mushola lantai tiga.
Ledakan ini menyebabkan kaca mushola pecah berhamburan, muncul kepulan asap, dan memicu kepanikan hebat di antara siswa dan guru.
Banyak yang berteriak dan berlarian keluar menyelamatkan diri dari lokasi ledakan.
Kurang dari beberapa menit setelah ledakan pertama, ledakan kedua terjadi di area kantin yang berada di belakang sekolah.
Bahkan, menurut saksi mata dan guru, sekitar tiga ledakan dilaporkan terjadi di tiga titik berbeda dalam area sekolah, yaitu di mushola dan dua lokasi lainnya yang berdekatan di sekitar pintu masuk dan kantin sekolah.
Ledakan ini menyebabkan kerusakan cukup parah pada fasilitas sekolah dan luka-luka pada puluhan orang.
Sebanyak 54 orang, mayoritas siswa dan juga guru, menjadi korban luka-luka. Sebanyak empat di antaranya mengalami luka berat dan harus menjalani operasi, dengan luka di bagian rahang, kepala, dan wajah.
Korban luka segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat, seperti Rumah Sakit Islam Cempaka Putih dan Rumah Sakit Yarsi. Banyak korban mengalami luka bakar, luka goresan, gangguan pendengaran , dan trauma akibat insiden tersebut.
Dari hasil penyelidikan awal oleh Kepolisian yang mengamankan lokasi, ledakan tersebut diduga berasal dari benda-benda peledak yang dipasang secara sengaja.
Di dekat lokasi ledakan ditemukan senjata laras panjang sejenis airsoft gun yang bertuliskan kalimat kontroversial yang menunjukkan indikasi unsur terorisme dan bom molotov di sekitar lokasi kejadian.
Pelaku yang diduga berusia 17 tahun merupakan siswa dari sekolah itu sendiri dan terluka, sedang menjalani perawatan dan operasi karena luka serius yang dideritanya.
Pihak berwenang terus berupaya mengamankan lokasi agar kondisi kembali kondusif dan memastikan siswa dan staf sekolah tetap aman.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.