Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Kabur usai Tabrakan, Christiano: Saya Periksa Korban Masih Bernafas 

Heru Pratomo • Kamis, 9 Oktober 2025 | 17:10 WIB
Sidang lanjutan Christiano di PN Sleman
Sidang lanjutan Christiano di PN Sleman

 

 

SLEMAN – Sidang lanjutan kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Argo Ericko Achfandi, kembali digelar di Pengadilan Negeri Sleman, Rabu (8/10). Terdakwa dalam kasus ini, Christiano Pangarapenta Pangindahan Tarigan, hadir dan memberikan keterangan secara langsung di hadapan majelis hakim.

 

Dalam sidang yang menghadirkan empat saksi, termasuk ayah kandung Christiano, Setiabudi Tarigan, terungkap bahwa Christiano tidak melarikan diri usai kejadian. Sebaliknya, ia mengaku langsung turun dari mobil dan memeriksa kondisi korban.

“Airbag langsung pecah, mata saya sempat berkunang. Tapi saya tetap keluar dan melihat korban dalam posisi terlentang. Saya dekatkan jari ke mulutnya, masih terasa napasnya. Saya panggil, tapi tidak ada respons,” kata Christiano dengan suara lirih.

 

Christiano menjelaskan kronologi kejadian. Saat itu ia sedang dalam perjalanan dari Condongcatur menuju sebuah restoran di Jalan Palagan, setelah bermain biliar bersama teman-temannya. Ia menegaskan bahwa ia telah berusaha mengerem sebelum tabrakan terjadi, namun kecelakaan tidak terhindarkan karena manuver mendadak dari pengendara motor.

 

“Awalnya jaraknya sekitar 10 meter. Tapi sekitar lima meter sebelum tabrakan, motor tiba-tiba berputar arah tanpa sein. Saya sudah injak rem, tapi tidak sempat klakson,” ujarnya.

Kondisi jalan saat itu menurutnya sepi dan cukup terang. Christiano juga menyebut adanya SUV gelap yang parkir sebagian menjorok ke jalan, yang membuat motor korban tampak menghindar sebelum akhirnya tertabrak dari belakang.

 

Momen haru terjadi saat jaksa membacakan isi percakapan WhatsApp antara Christiano dan ayahnya sesaat setelah kejadian. Nada ketakutan terdengar jelas dari pesan-pesan yang dikirim remaja itu.

 

“Pa, aku takut. Kalau orangnya kenapa-kenapa gimana?” tulis Christiano. Pesan itu dijawab ayahnya dengan tenang tapi menyesakkan, “Sudah terjadi nak. Semoga Tuhan ampuni dosa-dosamu.”

Suasana ruang sidang seketika sunyi. Hakim, jaksa, penasihat hukum, hingga para saksi tampak menahan air mata. Ayah Christiano, Setiabudi, dalam kesaksiannya mengaku langsung menasihati anaknya untuk bertanggung jawab.

 

“Saya bilang, jangan lari. Hadapi dengan kepala tegak. Gentleman. Semoga keluarga korban mau berdamai,” tuturnya.

 

Diana, kuasa hukum Christiano, menyampaikan bahwa terdakwa sebenarnya dijadwalkan berangkat mengikuti program pertukaran pelajar ke Groningen, Belanda. Namun, semua rencana itu batal karena kasus ini.

“Christiano juga mengundurkan diri dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Ini bentuk tanggung jawab pribadi, karena ia sadar harus fokus menghadapi proses hukum,” kata Diana.

 

Ia juga meluruskan kabar miring di media sosial. “Christiano bukan anak pejabat. Ayahnya hanya direksi di perusahaan swasta,” tegasnya.

 

Setiabudi mengaku keluarga telah menunjukkan itikad baik sejak awal. Biaya pemulasaran, pemulangan jenazah, hingga tahlilan ditanggung sepenuhnya oleh keluarga terdakwa. Bahkan, Christiano telah meminta maaf langsung kepada keluarga korban.

“Kami juga pernah bertemu keponakan dari ibunda korban saat tahlilan. Kami minta maaf secara langsung. Namun hingga kini, belum ada respons lebih lanjut dari keluarga Argo,” kata saksi Ersa Sonny Putra Simamora, sepupu terdakwa.

 

Sidang akan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum.

 

 

Editor : Heru Pratomo
#tabrakan #Vario #Jalan Palagan #airbag #biliar #korban #Christiano Pangarapenta Pengidahen Tarigan #Bernafas #Argo Aricko Achfandi