Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terungkap! Fakta Mencekam Kasus Penganiayaan Karyawan Zaskia Adya Mecca oleh Oknum TNI - Ada Alasan ‘Patah Hati’?

Magang Radar Jogja • Sabtu, 27 September 2025 | 18:20 WIB
Kasus penganiayaan dialami karyawan yang bekerja untuk artis dan pengusaha busana muslim Zaskia Adya Mecca.
Kasus penganiayaan dialami karyawan yang bekerja untuk artis dan pengusaha busana muslim Zaskia Adya Mecca.

RADAR JOGJA - Kasus penganiayaan terhadap Faisal, seorang karyawan yang bekerja untuk artis dan pengusaha busana muslim Zaskia Adya Mecca, menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini bukan hanya soal kekerasan di jalanan, tetapi juga melibatkan seorang oknum anggota TNI yang akhirnya diamankan aparat militer.

Fakta demi fakta mulai terungkap, termasuk alasan emosional yang disebut-sebut sebagai “patah hati” dari pelaku.

Kronologi Insiden di Jalan Ampera Raya


Insiden terjadi pada Senin, 22 September 2025, sekitar pukul 07.15 WIB, di kawasan Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Saat itu, Faisal sedang bertugas mengantarkan anak Zaskia ke sekolah.

Di tengah perjalanan, sebuah motor Vespa berwarna pink melaju dari arah berlawanan, memotong jalur, dan hampir menabrak rombongan.

Faisal, yang merasa terganggu dan khawatir keselamatan anak majikannya terancam, langsung menegur pengendara tersebut.

Namun, bukannya meminta maaf, sang pengendara justru menghentikan laju motor, marah, dan menyerang Faisal. Dari sinilah peristiwa penganiayaan dimulai.

Kekerasan Fisik: Dipukul hingga Diinjak

Menurut keterangan saksi, pelaku menarik Faisal dari kendaraannya, lalu memukul dan bahkan menginjak bagian kepala serta leher korban.

Situasi semakin mencekam ketika pelaku berteriak bahwa dirinya adalah “anggota”, yang mengindikasikan bahwa ia seorang aparat.

Kejadian itu membuat orang-orang di sekitar lokasi panik sekaligus geram, terlebih karena korban tidak melakukan perlawanan.

"Saya langsung ditarik, dibanting, dipukul, sampai diinjak," ucap Faisal.


Setelah dilakukan penyelidikan, identitas pelaku akhirnya diketahui sebagai seorang oknum anggota TNI.

Informasi ini memperkuat kecurigaan publik atas klaimnya ketika berada di lokasi kejadian.

Pihak Denpom Jaya-2 / Pomdam Jaya segera turun tangan dan mengamankan pelaku untuk proses hukum lebih lanjut.

"Karena anggota TNI jadi enggak bisa diproses Polsek Pasar Minggu. Jadi harus dipindah ke Pomdam," kata Haykal.

Proses Hukum di Ranah Militer


Berbeda dengan kasus kriminal biasa, insiden ini tidak ditangani oleh kepolisian sipil melainkan langsung berada di bawah yurisdiksi Polisi Militer.

Saat ini, pelaku ditahan di Denpom Jaya-2 dan proses pemeriksaan sedang berjalan.

Sejumlah saksi juga dipanggil untuk memberikan keterangan, termasuk korban dan beberapa orang di lokasi kejadian.

Motif “Patah Hati” yang Dipertanyakan

Dalam sejumlah laporan awal, muncul kabar bahwa pelaku sempat menyebut dirinya sedang mengalami kondisi emosional berat dan merasa “patah hati”.

Ungkapan ini diduga menjadi pemicu kemarahan yang tidak terkendali hingga berujung pada penganiayaan.

Namun demikian, pihak berwenang belum memastikan apakah alasan pribadi itu bisa dijadikan dasar atau justifikasi dalam proses hukum.

Zaskia sendiri sebelumnya juga sempat mengaku merasa patah hati setelah ada dugaan kuat soal identitas dan status pelaku penganiayaan.

"Jujur, pas tau kemungkinan siapa pelaku cukup bikin ku patah hati, kemungkinan temen2 pun. Bismillah yaa, semoga bisa segera di rilis siapa," tulis dia.

Zaskia memastikan, pihaknya akan terus melanjutkan kasus tersebut hingga tuntas.
Meski telah memberi maaf, namun proses hukum tetap harus berjalan.

"Dimaafkan pasti, kewajiban kita sebagai muslim. Tapi biarkan proses hukum bekerja sebagaimana mestinya," tulis Zaskia.

Lebih lanjut, artis yang akrab disapa Bia itu juga mengatakan jika proses hukum ini bisa menjadi hikmah besar bagi pelaku agar bisa mengontrol emosi dan ego ke depannya. (Chintya Maharani)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#oknum tni #kasus penganiayaan #fakta #alasan #karyawan #mencekam #zaskia adya mecca