Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bayi Lahir Lalu Dikubur di Magelang Selatan, Pemeriksaan Awal Ditemukan Tanda Kekerasan

Naila Nihayah • Rabu, 24 September 2025 | 03:05 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi.
Ilustrasi penemuan mayat bayi.

 

 

 

MAGELANG – Warga Kampung Tidar Salakan, Magelang Selatan, digegerkan dengan penemuan jenazah bayi perempuan yang terkubur secara diam-diam di area pemakaman umum. Penemuan itu bermula dari kecurigaan warga yang melihat dua orang membawa kardus ke arah pemakaman.

Kasat Reskrim Polres Magelang Kota Iptu Iwan Kristiana menjelaskan, kronologi bermula ketika dua orang, yakni SM, 47 dan AD, 30 terlihat menuju pemakaman membawa kardus pada Senin (22/9) sekitar pukul 17.00. Saat itu, ada warga yang curiga melihat gelagat keduanya.

Lantas, malam harinya, warga setempat berkumpul di poskamling dan melapor ke bhabinkamtibmas. "Saat dicek, ditemukan bekas gundukan tanah baru di pemakaman. Setelah dibuka, ternyata berisi jenazah bayi," ujarnya di Mapolres Magelang Kota, Selasa (23/9).

Dari hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut diketahui lahir pada Minggu (21/9) sekitar pukul 16.15 di kamar mandi rumah AD, warga Kampung Tidar Salakan. Sesaat setelah lahir, AD sempat mencoba untuk menyusui bayi tersebut, namun ASI-nya tidak keluar.

Kemudian, AD memberi air hangat dengan sendok dan menutup bayinya dengan selimut. "Bayi ditinggalkan di kursi, dan saat dicek kembali pukul 23.30, sudah dalam keadaan dingin," ungkap Iwan.

Keesokan harinya, AD bersama kekasihnya, SM menguburkan bayi itu secara diam-diam. Namun, gerak-gerik mereka diketahui warga hingga akhirnya terungkap.

Iwan menyebut, berdasarkan pemeriksaan awal, dokter menemukan dugaan tanda kekerasan pada tubuh bayi, terutama di bagian kepala. Sebab ada benturan di kepala belakang dan depan. "Namun, kami masih menunggu hasil autopsi lengkap dari Biddokkes Polda Jateng," katanya.

Hasil audit medis ini, lanjut Iwan, akan menjadi kunci untuk menentukan apakah bayi tersebut meninggal secara alami atau ada unsur tindak pidana kekerasan. Saat ini, polisi tengah memeriksa intensif ibu kandung bayi dan SM, pria yang disebut memiliki hubungan khusus dengannya.

Keduanya diduga berperan dalam menguburkan bayi tersebut. Namun, polisi juga masih mendalami terkait motif yang dilakukan keduanya. "Status AD adalah janda. Setelah gelar perkara, akan diputuskan apakah naik ke tahap penyidikan dan penetapan tersangka," tegas Iwan. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#magelang selatan #kasat reskrim #akp #kampung #polres magelang kota #janda #Tidar #bayi dikubur diam-diam