BANTUL – Jogja Police Watch (JPW) mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus perusakan makam diplomat Arya Daru Pangayunan (ADP). Hingga kini, hampir dua bulan pascakejadian, penyelidikan belum juga dilakukan. ADP sendiri dimakamkan di Sunten, Banguntapan, Bantul, pada Rabu (9/7).
Kadiv Humas JPW Baharuddin Kamba mengatakan, 26 Juli lalu makam tersebut diketahui dirusak oleh orang tak dikenal.
"Hal ini sebagaimana disampaikan penasihat hukum keluarga, Nicholay Aprilindo," tuturnya.
JPW menekankan siapa pun pelaku dan apa pun motifnya, harus diproses secara transparan sesuai hukum yang berlaku.
“Jangan berlarut-larut karena sudah hampir dua bulan namun pihak kepolisian belum melakukan penyelidikan atas kasus perusakan makam almarhum ADP,” tegasnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita