Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjerat Kasus Uang Rp10 Miliar Dibawa Kabur, Istri Sopir Bank Jateng: Saya Sama Sekali Tidak Tahu

Bahana. • Jumat, 12 September 2025 | 18:47 WIB
Anggun Tyas, sopir Bank Jateng yang menjadi tersangka dalam kasus hilangnya uang sebesar Rp10 miliar
Anggun Tyas, sopir Bank Jateng yang menjadi tersangka dalam kasus hilangnya uang sebesar Rp10 miliar

RADAR JOGJA- Polisi akhirnya mengungkap pengakuan dari Anggun Tyas, sopir Bank Jateng yang menjadi tersangka dalam kasus hilangnya uang sebesar Rp10 miliar milik bank daerah tersebut.

Dalam keterangannya, Anggun mengaku nekat membawa kabur uang yang tersimpan di dalam mobil operasional kantor.

Aksi itu dilakukan bukan karena rencana yang matang, melainkan murni karena adanya kesempatan saat ia sedang bertugas.

Begitu melihat situasi yang memungkinkan, tanpa pengawasan ketat, Anggun memutuskan untuk menggondol uang tersebut dan melarikan diri, hingga akhirnya kasus ini mencuat dan menjadi sorotan publik.

"Dilakukan spontan. Ada kesempatan dia menguasai penuh mobil," ujar Kasat Reskrim Polresta Solo AKP Prastiyo Triwibowo kepada wartawan, dilansir detikJateng, Kamis (11/9/2025).

Istri dari Anggun Tyasbodhi, sopir Bank Jateng Cabang Wonogiri yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus membawa kabur uang sebesar Rp10 miliar, akhirnya angkat bicara.

Ia dengan jujur mengaku merasa sangat malu dan terpukul dengan perbuatan suaminya tersebut.

Istri Anggun mengaku bahwa kasus yang menjerat suaminya ini benar-benar memberikan dampak besar bagi keluarganya.

Ia tidak hanya merasa malu, tetapi juga harus menghadapi kenyataan bahwa keluarganya kini menjadi bahan sorotan di lingkungan tempat tinggal.

Bahkan, perhatian publik juga sampai terbawa ke sekolah anaknya, di mana beberapa teman sebaya maupun orang tua murid mulai membicarakan kasus tersebut.

“Jujur iya, malu saya. Tapi kan karena saya tidak melakukan kesalahan kenapa harus malu,” ucap I, saat ditemui di kediamannya, Kelurahan Giriwono, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri.

Istri Anggun menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui rencana ataupun aksi nekat suaminya yang membawa kabur uang milik Bank Jateng.

Ia mengaku kaget ketika mendengar kabar tersebut dari pihak luar, karena selama ini suaminya tidak pernah menunjukkan gelagat mencurigakan di rumah.

“Kejadiannya kan di tempat kerja. Saya juga tidak komunikasi apa-apa, semuanya normal seperti biasanya (sebelum Anggun berangkat kerja),” katanya.

Bahkan, pada Senin (1/9/2025) pagi, tepat sebelum Anggun berangkat untuk menjalankan tugasnya , istrinya sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda mencurigakan.

Menurut pengakuannya, suasana rumah saat itu berjalan normal seperti hari-hari biasanya.

“Jam tujuh pagi masih ketemu, tidak bilang apa-apa. Posisinya masih cuci mobil, tidak ada yang berubah, tidak ada yang mencurigakan,” ujarnya.

Kecurigaan sang istri baru mulai muncul ketika pihak Bank Jateng menghubunginya untuk menanyakan keberadaan Anggun.

Saat itu, pihak bank menanyakan apakah Anggun memiliki nomor handphone lain yang bisa dihubungi, karena nomor utama miliknya mendadak tidak aktif sejak pagi hari.

“Tidak ada nomor lain, saat itu belum menyampaikan apa-apa, baru tanya ada nomor lain tidak. Saya coba hubungi, tidak aktif juga,” kata I.

Tak lama setelah pihak Bank Jateng menanyakan soal nomor handphone tambahan, kabar mengejutkan mengenai tindakan Anggun akhirnya datang langsung dari pihak kantor.

Saat itu, istrinya diberitahu bahwa suaminya diduga membawa kabur uang dalam jumlah sangat besar yang seharusnya disetorkan ke kantor.

“Kaget, saya mencoba menghubungi juga tidak aktif,” ucapnya lagi.

Setelah kejadian ini mencuat dan nama suaminya terseret kasus besar, sang istri sempat diliputi rasa takut dan cemas.

Ia khawatir masyarakat sekitar akan mengucilkan dirinya maupun anak-anaknya karena dianggap ikut tercoreng oleh perbuatan Anggun.

Namun, kekhawatiran itu ternyata tidak sepenuhnya terbukti. Justru sebaliknya, banyak warga di lingkungan tempat tinggalnya yang datang memberikan dukungan moral, menguatkan dirinya agar tetap tegar menghadapi cobaan, serta meyakinkan bahwa ia dan keluarganya tidak sendirian.

“Secara garis besar warga sini menguatkan saya, karena saya tidak tahu apa-apa, posisi bekerja tiba-tiba mendapat kabar itu,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa dampak sosialnya cukup besar, terutama bagi anak-anak mereka yang ikut menjadi sorotan di sekolah.

I mengatakan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

“Saya di sini istri, tapi kan kesalahan atau apapun itu semua ada risikonya dan ditanggung masing-masing,” ucapnya.

Kasus pembawa kabur uang Rp10 miliar oleh sopir Bank Jateng ini kini terus dalam penanganan aparat kepolisian.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#Anggun Tyas #bang jateng