RADAR JOGJA – Kepolisian Spanyol bergerak cepat dan berhasil menahan seorang suporter yang dituduh melakukan tindakan rasis terhadap bintang Real Madrid, Kylian Mbappe.
Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan resmi dari LaLiga.
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik karena mempertegas sikap tegas pemerintah Spanyol terhadap aksi diskriminasi di dunia olahraga.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi pada 24 Agustus 2025 di Stadion Carlos Tartiere, markas Real Oviedo, ketika klub tersebut menjamu Real Madrid.
Pada menit ke-37, usai Mbappé mencetak gol, suporter yang tidak disebutkan identitasnya tersebut diduga menirukan suara dan gerakan monyet ke arah Mbappé.
Peristiwa memalukan itu terjadi di akhir babak pertama, tepat setelah Mbappé mencetak gol pembuka dalam kemenangan 3-0 Real Madrid.
Polisi berhasil mengidentifikasi pelaku lewat rekaman CCTV dan bukti video dari penonton lain.
Suporter tersebut kini ditahan dan dijerat pasal kejahatan terhadap integritas moral serta kejahatan kebencian (delito de odio).
Kasus ini ditangani oleh Kejaksaan Khusus untuk Kesetaraan dan Anti-Diskriminasi, yang sebelumnya juga pernah menangani kasus serupa terhadap pemain Real Madrid, Vinícius Júnior.
Rekaman aksi tersebut langsung menyebar di media sosial dan menjadi bukti penting bagi aparat kepolisian.
Liga Sepak Bola Profesional (LaLiga) kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang.
Ancaman Hukuman Berat
Pelaku dapat dijatuhi hukuman hingga tiga tahun penjara dan dikenakan sanksi administratif karena melanggar Undang -Undang tentang Kekerasan, Rasisme, xenofobia, dan Intoleransi dalam Olahraga.
Dengan denda sebesar 60.000 hingga 650.000 euro untuk pelanggaran yang sangat serius, serta larangan akses ke lapangan permainan.
Insiden terhadap Mbappé ini menambah daftar panjang kasus rasisme dalam sepak bola Spanyol.
Pada Mei lalu, tiga suporter Valencia juga dijatuhi hukuman penjara karena menghina Vinícius Júnior.
Para pengamat menilai, langkah hukum yang tegas diharapkan bisa memberi efek jera sekaligus menunjukkan bahwa diskriminasi dalam olahraga tidak akan ditoleransi lagi. (Chintya Maharani)
Editor : Meitika Candra Lantiva