Minimalkan Pergerakan Tahanan, Kajari Sleman Sebut Semua Sidang Dilaksanakan Secara Daring
Delima Purnamasari• Selasa, 2 September 2025 | 05:55 WIB
Kepala Kejaksaan Negeri Sleman Bambang Yunianto
SLEMAN - Berbagai aksi demonstrasi yang digelar turut memengaruhi prosesi sidang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman mengambil kebijakan bahwa sidang pada Senin (1/9) seluruhnya digelar secara daring.
Kepala Kejari Sleman Bambang Yunianto menjelaskan, hal ini mempertimbangkan penjemputan tahanan yang jaraknya cukup jauh. Untuk nantinya hadir di kantor pengadilan.
"Ini mempertimbangkan kondisi di jalan. Jangan sampai ada hambatan. Kami sudah koordinasi dengan PN Sleman atau Tipikor di Jogja," katanya ditemui di Pendopo Parasamya usai doa bersama, Senin (1/9).
Kebijakan semacam ini dia sebut pernah dilakukan sebelumnya. Misalnya, saat pandemi Covid-19. Proses ini disebut memang lebih cepat dan memiliki biaya lebih murah.
"Bukan dari arahan pusat. Memang diambil kebijakan dari daerah masing-masing karena mencermati kondisi saat ini," tambahnya.
Dalam hal ini para terdakwa cukup berada di lapas didampingi oleh petugas. Sementara untuk jaksa penuntut umum bisa dari Kantor Kejari Sleman atau di kantor pengadilan.
"Saksi tetap dihadirkan. Bisa di pengadilan atau di kantor Kejari," tambahnya.
Bambang menegaskan, seluruh proses sidang hari ini berjalan lancar. Dia belum bisa memastikan kebijakan ini akan diambil sampai kapan. Tergantung dari situasi dan kondisi.
"Prinsipnya kami tinggal ikut aplikasi Zoom. Di Sleman ini sinyalnya masih bagus," katanya.
Dia menambahkan, hanya prosesi sidang saja yang digelar daring. Sementara untuk para pegawai tetap masuk seperti biasa. Ini sebagai antisipasi apabila ada masyarakat yang perlu dilayani.
"Semua berharap keadaan kondusif dan aktivitas masyarakat tidak ada gangguan. Jadi bisa seperti sediakala," harapnya. (del)