Beranggotakan sembilan orang mereka berhasil mencuri 17 motor selama dua bulan. Mereka berinisial N, RS, DS, FH, SJ, MI, KM, dan T.
Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Matheus Wiwit Kustiyadi menjelaskan, para tersangka memang sengaja bertandang untuk melakukan pencurian.
Mereka menilai Bumi Sembada sebagai ladang lantaran banyaknya sepeda motor. Terutama yang terparkir di halaman indekos.
"Mereka fokusnya memang roda dua dengan berbagai merek. Jenis matic karena paling mudah," katanya dalam ungkap kasus yang digelar di Mapolresta Sleman, Jumat (15/8).
Matheus menyebut, modus yang digunakan adalah dengan menggunakan kunci T yang dilengkapi magnet.
Dari semua anggota, hanya satu yang bertugas sebagai eksekutor. Sementara yang lain sebagai jongki dan pengendara.
"Harga kendaraannya variatif. Di jual antara Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta," tambahnya.
Salah satu lokasi pencurian mereka berada di Condongcatur, Kapanewon Depok.
Korbannya adalah masiswa asal Blora, Jawa Tengah dengan motornya berjenis Honda Beat. Lokasi lainnya ada di Caturtunggal, Kapanewon Depok.
Komplotan ini berangkat menggunakan mobil. Sampai di lokasi pelaku ada yang merental kendaraan motor untuk beroperasi.
Setelah dapat hasil curian langsung dikendarai ke luar kota. Sementara motor sewaan dikembalikan dan tidak dibawa kabur.
"Memang mereka ini spesialis pencurian, bukan penggelapan," tambahnya.
Matheus menyebut, para pelaku melakukan tindak pidana lantaran alasan ekonomi. Mereka beroperasi rata-rata pada dini hari.
"Untuk sebagian barang bukti masih dilakukan pencarian di Jawa Barat. Tentu setelah ketemu akan dikembalikan pada korban," tambahnya. (del)
Editor : Bahana.