GUNUNGKIDUL - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang remaja puteri berusia 15 tahun di Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, menggemparkan warga setempat.
Korban yang masih duduk di bangku SMA itu kini tengah mengandung dan terpaksa menghentikan pendidikannya. Merasa tidak aman, keluarga meninggalkan rumah mereka di Girisuko dan kini berada di rumah aman di luar Gunungkidul.
Orang tua korban, WJ menuturkan, pasca-kejadian terungkap pada Juli lalu, keluarga sempat didatangi tokoh desa untuk melakukan mediasi. Tindakan ini diambil desa karena hubungan kekerabatan antara korban dan pelaku.
Bahkan, keluarga korban sempat mendapat tekanan agar menikahkan korban dengan pelaku. Namun, keluarga memilih menolak dan menempuh jalur hukum. “Saya ingin pelaku dihukum setimpal,” tegas orang tua korban saat ditemui, Rabu (13/8).
Terungkapnya kasus ini, berawal saat orang tua korban mendapati anaknya mengeluh sakit dan dibawa berobat. Dugaan awal hanya sakit lambung, namun dokter kemudian merujuk korban ke dokter kandungan. Kemudian, setelah hasil pemeriksaan keluar korban dinyatakan sedang hamil.
Korban kemudian mengungkap pelaku adalah anak dari paman korban sendiri. Perbuatan itu pertama kali terjadi pada Februari 2025, ketika rumah sedang sepi. Pelaku datang dengan alasan meminjam pengisi daya ponsel, namun malah melakukan kekerasan seksual.
Orang tua korban menuturkan perbuatan itu terjadi berulang kali. Korban bahkan diancam akan disebarkan videonya jika menolak. Ancaman tersebut membuat korban terjebak dalam lingkar kekerasan yang semakin menekan mentalnya.
“Awalnya anak saya tidak mau bercerita, tapi akhirnya dia mau mengatakan apa yang selama ini dialaminya,” ungkap WJ.
Ditemui terpisah, Sekretaris Desa Girisuko Wahyu Setyoningsih mengaku baru menerima informasi terkait kasus ini dan belum dapat memberikan keterangan lebih jauh.
“Terkait hal ini kami baru saja mendapatkan informasi. Saat ini yang bersangkutan tidak ada di Girisuko,” ujar Ningsih saat ditemui di kalurahan.
Saat dikonfirmasi, Ningsih mengaku tak mengerti betul keseharian pelaku. Sebab, menurutnya dirinya secara tidak dalam satu padukuhan yang sama. Saat dimintai keterangan lebih lanjut ia mengaku pihaknya sedang memperjelas terkait kasus ini. Sehingga ia belum bisa memberi keterangan lebih banyak lagi.
“Saya tidak tahu persis,” ujarnya singkat.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Yahya Murray mengonfirmasi adanya kejadian tersebut. Ia mengungkapkan laporan kasus pemerkosaan yang dialami remaja asal Girisuko itu baru masuk ke Polres Gunungkidul pada Selasa siang (12/8).
Saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mendalami bagaimana cerita yang sebenarnya. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan berupaya melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku,” ujarnya saat dihubungi. (bas/pra)
Editor : Heru Pratomo