Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dugaan Kematian Diplomat Muda Kemenlu Berkaitan dengan TPPO. Mantan Atasan Arya, Ito Sumadi Beberkan Posisi Pekerjaan 'Rawan'

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 1 Agustus 2025 | 18:16 WIB

 

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Jenderal (Purn) Ito Sumardi dan Deddy Corbuzier.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Jenderal (Purn) Ito Sumardi dan Deddy Corbuzier.

 

RADAR JOGJA - Kasus kematian diplomat muda kemlu, Arya Daru Pangayunan (ADP) kembali menjadi sorotan publik.

Dalam podcast bersama Deddy Corbuzier, mantan Kabareskrim Mabes Polri sekaligus mantan atasan Arya, Ito Sumardi, turut menyoroti posisi Arya sebagai diplomat lapangan yang sedang menjalankan tugas yang tergolong beresiko tinggi.

“Nah dia itu kan diplomat muda. Arya itu diplomat lapangan dan juga saksi kasus TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang)” kata Ito.

Menurutnya, posisi Arya bukan sekadar tugas diplomatik biasa.

Ada tanggung jawab berat yang diemban, terutama karena keterkaitannya dengan jaringan-jaringan kejahatan transnasional.

Ito menjelaskan bahwa Arya memiliki pekerjaan yang fungsinya rawan, yaitu mencari informasi.

“Diia ini diplomat yang fungsinya adalah rawan. Kenapa? Karena yang dilawan ini adalah sindikat. Kita tahu namanya sindikat TPPO itu di mana-mana.”

Lebih lanjut, ia membandingkan tugas Arya dengan posisi yang diemban personel kepolisian di lini investigatif.

“Kalau di kepolisian, pekerjaan Arya itu seperti tugas reserse. Rawan dia, Pak,” ujarnya.

Dalam obrolan tersebut, Ito juga menyinggung kemungkinan bahwa Arya tengah memegang dokumen penting terkait TPPO.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan laptop pribadi Arya.

“Makanya kuncinya di sini nanti adalah satu laptopnya dia. Karena di laptop itu kan banyak (informasi)” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa tempat arya bekerja memang banyak terdapat sindikat yang berkaitan dengan TPPO.


“Ada yang diplomat yang memang daerahnya itu rawan. Seperti di Afghanistan, di Yemen, di Syria. Dan untuk fungsinya, tugas itu memang ini yang paling rawan. Kenapa demikian? Dia kan akan masuk ke tempat-tempat yang memang merupakan tempat-tempat mafia ya, mafia TPPO,” bebernya.

​​Keberadaan Arya sebagai saksi dalam kasus TPPO menimbulkan pertanyaan besar, terutama karena praktik perdagangan orang merupakan kejahatan global yang melibatkan jaringan kuat lintas negara.

Namun, penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian dan bukti-bukti yang telah terkumpul justru mengungkap bahwa tidak ada tindak pidana dalam kasus ini. (Athifah Dihyan Calysta)



Editor : Meitika Candra Lantiva
#Dugaan #kemenlu #deddy corbuzier #tugas diplomatik #kabareskrim mabes polri #mantan atasan Arya #Arya daru pangayunan #kematian diplomat muda #ito sumardi