"Terdiri atas 25 orang dari Polda DIY, 82 dari Polda Jatim, 33 dari Polda Jateng dan 66 orang dari Polda Jabar," ujar Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, Kamis (31/7/2025).
Pendidikan yang akan dilalui siswa bukan sekadar proses belajar mengajar, melainkan merupakan perjalanan pembentukan karakter Bhayangkara sejati yang profesional, cerdas, bermoral, dan modern.
Peserta didik diharapkan dapat menjadi agen perubahan serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
“Di tempat inilah kalian akan dididik, ditempa, dan dilatih pembentukan karakter, pengabdian, dan kehormatan sebagai anggota Polri," tuturnya.
Program pendidikan ini akan berlangsung selama lima bulan. Materi yang akan diajarkan ditekankan pada lima aspek kompetensi utama, yaitu kepribadian, pengetahuan sosial dan umum, hukum, teknis profesi kepolisian, serta jasmani.
Dengan demikian harapannya lulusan nanti memiliki kesiapan mental, fisik, serta keahlian yang memadai untuk menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.
“Saya percaya, dengan tekad kuat dan semangat yang tinggi, kalian akan mampu menyelesaikan pendidikan ini dengan baik dan menjadi Bhayangkara sejati yang siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara," terangnya.
Ia juga telah meresmikan Gedung Olahraga SPN Selopamioro yang meliputi lapangan basket dan tenis pada Rabu (30/7/2025). Kapolda secara simbolis meresmikan sarana ini dengan pemotongan pita. "Pembangunan dimulai sejak Februari dan selesainya pembangunan tepat waktu," tandasnya.
Selain difungsikan sebagai sarana olahraga, gedung itu juga diharapkan menjadi pusat pembinaan karakter, sportivitas, dan solidaritas antaranggota serta masyarakat sekitar. Ia juga menegaskan gedung itu terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
"Guna mempererat hubungan antara Polri dan warga, memperkuat kepercayaan, serta mendukung semangat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional dan dicintai," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Herpri Kartun