MAGELANG – Maraknya kasus tawuran di Kota Magelang jadi perhatian. Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menyebut, aksi tawuran atau perkelahian di jalanan merupakan penyakit masyarakat yang memerlukan penanganan dari hulu ke hilir. Dia pun berkomitmen untuk menangani hal tersebut secara bertahap.
"Tawuran itu tidak punya fungsi. Yang mereka cari apa, sih? Ini bukan hanya penindakan, tapi soal edukasi, pemahaman, dan pergeseran pola pikir anak-anak muda," ujar Damar, Kamis (3/7).
Di satu sisi, dia menekankan pentingnya fungsi kelembagaan sosial seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk turut terlibat dalam pencegahan dan pembinaan di tingkat akar rumput.
Menurutnya, tawuran bisa muncul karena berbagai faktor. Mulai dari kurangnya pengawasan hingga persoalan eksistensi.
"Kota kita ini kecil. Kita ingin menjadi kota wisata, kota pendidikan, kota percontohan. Maka, masyarakatnya juga harus sadar, ramah, bersih, dan kondusif," tegasnya.
Terbaru, di Kota Magelang aksi dugaan perkelahian terjadi di tepi Jalan Sriwijaya, Kelurahan Panjang, Magelang Tengah, viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, tampak sekelompok pemuda terlibat baku hantam pada Rabu (2/7) sekitar pukul 22.30.
Beruntung, aksi tersebut berhasil dibubarkan oleh masyarakat sekitar dan mengamankan satu orang yang diduga terlibat. Personel Polres Magelang Kota pun segera menuju lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Magelang Kota Iptu Iwan Kristiana menjelaskan, polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang pemuda yang telah diamankan karena diduga terlibat perkelahian di depan sebuah toko.
"Saat kami tiba, yang bersangkutan langsung kami bawa untuk diinterogasi lebih lanjut," katanya, Kamis (3/7).
Polisi mengamankan seorang pemuda bernama Ivan Dwi Prasetyo, 19 warga Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. Dari hasil pemeriksaan awal, perkelahian diduga bermula dari aksi kejar-kejaran antar kelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor.
Satu kelompok datang dari arah Rindam bersama tiga rekan, sedangkan kelompok lainnya berasal dari kawasan Paten. Setelah tiba di kawasan Jalan Sriwijaya, diduga terjadi bentrokan fisik.
Beruntung, kata Iwan, tidak ditemukan senjata tajam di tubuh maupun kendaraan pelaku. "Dan hingga saat ini, tidak terdapat korban secara fisik maupun kerugian materiil," jelas Iwan.
Sebagai langkah lanjutan, Ivan diamankan beserta satu unit motor Honda Beat hitam bernomor polisi AA 4046 UK yang ditemukan di sekitar lokasi. Pemuda tersebut juga telah menandatangani surat pernyataan dan dijadwalkan melaksanakan apel pembinaan di ruang Satreskrim Polres Magelang Kota. (aya)
Editor : Heru Pratomo