SLEMAN - Peristiwa pelecehan seksual dialami oleh perempuan berinisial L pada Senin (16/6) lalu sekitar pukul 03.21. Peristiwa terjadi di Jalan Tongkol Raya Minomartani, Kapanewon Ngaglik.
Saat dikonfirmasi korban bercerita tengah berkendara menggunakan sepeda motor dari arah selatan SD N Sarikaya menuju ke arah utara. Dia baru pulang mengerjakan tugas di daerah sekitar Jombor.
Baca Juga: Pergatsi DIY Berambisi Loloskan Tim Gateball DIY ke PON 2028 dan Target Medali Emas
Saat berhenti di perempatan Jalan Tongkol Raya, tiba-tiba pelaku memepet sepeda motornya. Lalu melakukan pelecehan seksual.
"Saya sempat teriak cukup keras dan mengejar pelaku ke arah utara sampai Masjid Al-Falah," terangnya saat dikonfirmasi Rabu (18/6).
Selanjutnya, pelaku belok ke arah barat Masjid Al-Falah. Dia tidak lanjut mengejar pelaku lantaran potensi risiko yang lebih tinggi. Hal ini mengingat jalan yang dilalui minim penerangan dan berada di area sawah.
"Lokasinya sekitar 300 meter dari rumah. Rasanya shock banget dan ancur banget hati," tambahnya.
Seingatnya pelaku menggunakan sepeda motor hitam dengan plat putih. Selain itu, menggunakan jaket kuning hitam, helm hitam, dan penutup wajah.
Dia menilai jadi perempuan korban pelecehan seksual kesekianratus di DIY. Sudah semestinya pelaku bisa dihukum hingga jera.
"Siang ini dari Polsek Ngaglik berkunjung ke rumah untuk tindak lanjut. Doakan semoga ketemu pelakunya," tandasnya.
Sementara itu, Kapolsek Ngaglik AKP Yuliyanto menjelaskan, pihaknya telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk mencari petunjuk. Saksi juga sudah diklarifikasi. Dia menegaskan akan segera menangkap pelakunya.
"Untuk korban kami konfirmasi setelah selesai kuliah terkait fakta peristiwanya," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita