MAGELANG - Warga Bandongan berinisial SR, 38 nekat mencuri sepeda motor yang diparkir di halaman Puskesmas Bandongan pada Senin (21/4) pukul 11.45. Aksi itu terpaksa dilakukan karena tidak memiliki ongkos yang cukup untuk berangkat kerja ke Jogja.
Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum menyebut, kejadian itu bermula ketika SR berada di Puskesmas Bandongan sekitar pukul 09.00. Pelaku lantas melihat sepeda motor dengan kondisi tidak terkunci stang yang diparkir di halaman depan puskesmas.
Baca Juga: Si Banter Bank BPD DIY Beroperasi di RS Bethesda: Solusi Pembayaran Tanpa Antre
Saat itulah, muncul niat untuk mencuri sepeda motor jenis Honda Scoopy hitam dengan nomor polisi (nopol) AA 4379 QK tersebut. Setelah situasi lingkungan aman, SR pun menuntun sepeda motor ke arah jalan raya. "Sesampainya di jalan raya Dusun Beran, pelaku membuka kunci dengan obeng," ujarnya, Selasa (20/5)
Kemudian, pelaku juga menyambungkan kabel stop kontak untuk menghidupkan motor. Untuk mengelabui orang, pelaku melepas plat nopol kendaraan tersebut dan membuangnya di sekitar tempat pemakaman umum. Lantas, pelaku menggantinya dengan plat nopol baru, yakni AB 6012 EE.
Beruntung, polisi berhasil menangkap pelaku pada Jumat (25/4) pukul 11.00 di halte Jalan Pangeran Diponegoro dengan ciri-ciri sesuai dengan rekaman CCTV yang diperoleh. Lantas, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Magelang Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Baca Juga: Satu Truk Rokok Ilegal di DIY Dimusnahkan, Total Kerugian Negara Mencapai Rp 2,58 Miliar
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 363 ayat (1) angka ke-5 KUHP dengan bunyi barang siapa melakukan pencurian dengan cara membongkar atau mengunakan alat kunci palsu, dipidana penjara paling lama tujuh tahun.
Saat dimintai keterangan, SR mengaku baru kali pertama mencuri. Dia terpaksa melakukan hal itu karena hanya memiliki uang Rp 30 ribu untuk ongkos ke Jogja. "(Mencuri motor) buat alat transportasi ke Jogja untuk kerja, biasanya naik bus. Tapi, hanya punya Rp 30 ribu," sebutnya.
Aksi itu pun, kata dia, hanya spontan saat dirinya duduk di puskesmas dan melihat sepeda motor yang terparkir. "Saya dorong (motornya) dan keluar dari parkir. Saya tumpangi setelah menyalakannya. (Pakai) obeng yang biasanya ada di tas karena saya tukang (bangunan)," sambung dia. (aya).
Editor : Heru Pratomo