Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelaku Tidak Pernah Tidur di Rumah, Polisi Belum Mampu Ungkap Motif Perusakan Makam di Kotagede

Iwan Nurwanto • Rabu, 21 Mei 2025 | 00:07 WIB
BARANG BUKTI: Jajaran kepolisian saat menunjukkan barang bukti perusakan makam di Polsek Kotagede, Selasa (20/5/2025). 
BARANG BUKTI: Jajaran kepolisian saat menunjukkan barang bukti perusakan makam di Polsek Kotagede, Selasa (20/5/2025). 

JOGJA - Kepolisian sektor (Polsek) Kotagede mengamankan pelaku perusakan makam di wilayah Kotagede, Kota Jogja dan Banguntapan, Bantul pada Senin (19/5/2025).

Meskipun demikian, aparat berwenang belum mampu mengungkap motif perusakan belasan makam tersebut.

Kapolsek Kotagede AKP Basungkawa mengatakan, penangkapan pelaku berhasil dilakukan setelah polisi memeriksa juru kunci makam dan rekaman kamera pengawas atau CCTV.

Pelaku diketahui berinisial ANFS, 16, warga Pringgolayan, Banguntapan, Bantul dan merupakan seorang pelajar beragama kristen pada salah satu SMP Negeri di Bantul.

Basungkawa mengakui, meski sudah diamankan sampai saat ini pihaknya belum bisa mengungkap motif perusakan makam.

Lantaran pelaku cukup susah mengingat meskipun cukup baik dalam diajak berkomunikasi.

“Komunikasi lancar tapi terkadang ada hambatan, lupa lupa ingat,” Basungkawa, Selasa (20/5/2025).

Dia menyebut, bahwa dalam melakukan aksinya ANFS bertindak sendiri.

Kemudian menurut keterangan dari pihak keluarga pelaku diketahui juga sering berada di luar rumah dan lebih memilih tidur di gubuk yang berada di jalan.

Kendati begitu, menurutnya pelaku tetap aktif menempuh pendidikan.

Adapun dalam kesehariannya pelaku diketahui tidur di luar rumah.

Namun pulang pada pagi hari untuk berganti pakaian seragam lalu berangkat sekolah.

“Kesehariannya pelaku tidak tidur dirumah dan tidur di gubuk, kemudian sekolah berangkatnya tidak pasti,” terang Basungkawa.

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu menyatakan, pihaknya saat ini juga tengah mengalami kondisi kejiwaan pelaku.

Sebab diketahui ANFS memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa.

Pelaku diketahui juga memiliki latar belakang bahwa ayahnya telah meninggal dunia.

Dari hasil penangkapan ANFS, Basungkawa juga mengamankan barang bukti berupa kayu papan nama makam yang dirusak serta sebuah batu yang digunakan pelaku untuk merusak nisan keramik.

Selain itu juga didapatkan baju yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan aksinya di Banguntapan dan Kotagede.

Basungkawa menyampaikan, saat ini pelaku telah diamankan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRS) Sleman.

Pelaku diketahui melanggar Pasal 179 Kitab KUHP tentang tindak pidana penodaan atau perusakan kuburan.

Namun mengingat masih dibawah umur, ANFS kemungkinan akan diproses sesuai undang-undang yang mengatur perlindungan anak.

“Ancamannya kurungan satu tahun empat bulan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya sempat geger perusakan makam di TPU Ngentak Banguntapan sebanyak sepuluh nisan.

Kemudian juga di TPU Baluwarti Kotagede sebanyak lima nisan. Aksi tersebut dilakukan pada Jumat (16/5/2025).

Keterangan dari Ketua RW 04 Basen Kotagede Wahyono, kasus perusakan makam non muslim itu diduga dilakukan pada Jumat (16/5/2025) sore.

Kemudian pada Sabtu (17/5/2025) pagi dilaporkan oleh pengurus wilayah kepada pihak yang berwenang.

Dia mengungkap, kasus perusakan makam itu baru pertama kali terjadi di wilayahnya.

Total ada lima makam yang dirusak, meliputi pematahan nisan salib kayu di empat makam.

Serta satu nisan keramik yang kerusakannya seperti dipukul menggunakan benda keras.

Adapun lima makam yang dirusak, empat di antaranya merupakan milik warga kampung Basen. Sementara satu sisanya milik warga Jagalan, Banguntapan, Bantul.

“Jumat pagi itu masih utuh, kemudian dari keterangan petugas pembersih makam pada Jumat sore itu sudah ada makam yang dirusak,” terang Wahyono. (inu)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#perusakan makam #polsek kotagede #Polisi #Perusakan Makam di Kotagede #Motif Perusakan Makam di Kotagede #pelajar beragama kristen