Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hati-Hati, gegara Klik Link dari Penipu Aktivasi IKD, ASN Pemkot Jogja pun Kehilangan Rp 1 Juta

Iwan Nurwanto • Jumat, 9 Mei 2025 | 15:30 WIB
Ilustrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ilustrasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

JOGJA - Modus penipuan kini semakin beragam. Bahkan ada yang mengatasnamakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja dengan meminta aktivasi identitas kependudukan digital (IKD). Penipuan tersebut pun juga menyasar kalangan aparatur sipil negara (ASN).

Kepala Disdukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki mengatakan, penipuan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu menggunakan modus dengan mengatasnamakan petugas Disdukcapil Kota Jogja.

Kemudian akan mengarahkan aktivasi IKD dengan mengirimkan link sebuah aplikasi atau memandu untuk mengirimkan data-data pribadi.

Septi memastikan, bahwa modus tersebut jelas merupakan bentuk penipuan. Lantaran selama ini Disdukcapil Kota Jogja tidak pernah meminta administrasi dari masyarakat secara pribadi. Namun selalu dilakukan jemput atas koordinasi kelurahan dan kemantren.

“Sehingga tidak mungkin disdukcapil itu memberitahukan atau mengajak masyarakat untuk aktivasi IKD, atau permohonan kependudukan itu lewat telepon, WA atau video call,” ujar Septi saat ditemui di kantornya, Kamis (8/5).

Disdukcapil juga sudah menerima banyak aduan terkait dengan modus penipuan tersebut. Pihak yang menjadi sasaran penipuan tersebut pun tidak hanya berasal dari masyarakat. Tetapi juga menyasar pegawai pemerintahan hingga anggota legislatif.

Bahkan ada satu ASN Pemkot Jogja pun melapor sebagai korban dan kehilangan sejumlah uang dari aplikasi m-banking hanya karena mengklik sebuah tautan yang dikirim oleh penipu.

Oleh karena itu, masyarakat pun diminta berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan modus penipuan. Apalagi yang mengatasnamakan petugas Disdukcapil Kota Jogja.

“Kami meminta agar masyarakat berhati-hati, karena ada korban seorang ASN yang tabungannya kesedot Rp. 1 juta,” terang Septi.

Sementara itu, Nur salah satu warga Kota Jogja mengaku sempat dihubungi oleh penipu melalui nomor WhatsApp.

Pada saat itu dia diminta untuk memberikan data pribadinya seperti nomor identitas kependudukan (NIK). Beruntungnya dia belum menyerahkan uang sepeserpun kepada penipu.

Nur pun memahami gerak-gerik mencurigakan yang dilakukan oleh penipu tersebut. Sehingga dia langsung mendatangi Kantor Disdukcapil Kota Jogja untuk mengkonfirmasi.

Petugas langsung memberikan penjelasan bahwa hal itu merupakan bentuk penipuan.

“Saya cukup hati-hati, sehingga langsung saya datangi kantor Disdukcapil untuk menanyakan kebenarannya,” terang warga Tegal Panggung, Danurejan ini. (inu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#identitas kependudukan digital #Kota Jogja #Disdukcapil #Pemkot Jogja #ikd #penipu