Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Awalnya Dikira Laka Tunggal, Pria di Magelang Ternyata Diduga Korban Penganiayaan: Polisi Bongkar Makam Warga Pakis untuk Ungkap Kematian Misterius

Naila Nihayah • Minggu, 4 Mei 2025 | 15:45 WIB

EKSHUMASI: Proses pembongkaran makam JS, 39 dilakukan tertutup di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Sabtu (3/5/2025).
EKSHUMASI: Proses pembongkaran makam JS, 39 dilakukan tertutup di tempat pemakaman umum (TPU) setempat, Sabtu (3/5/2025).


MUNGKID - Warga Pakis, Kabupaten Magelang berinisial JS, 39, ditemukan meninggal dunia di Jalan Magelang-Kopeng, Krajan, Tegalrejo, Kamis (1/5/2025).

Saat itu, warga mengira jika JS meninggal karena kecelakaan tunggal di tepi jalan.

Namun, setelah diselidiki lebih lanjut, polisi menduga bahwa JS menjadi korban penganiayaan hingga meninggal dunia.

Karenanya, polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam JS pada Sabtu (3/5/2025). Proses tersebut mulai dilakukan secara tertutup.

Baca Juga: Menang Telak! PSS Sleman Bantai PSM Makassar dengan Skor 3-1: Euforia Kebahagiaan Selimuti Stadion Maguwoharjo

Kapolsek Tegalrejo AKP Zubaidah menjelaskan, warga menemukan JS pada Kamis (1/5/2025) sekitar pukul 06.30.

"Kami kedatangan seseorang yang melaporkan bahwa ada seseorang jatuh di selokan, jalan antara Magelang-Kopeng," paparnya di lokasi, Sabtu (3/5/2025).

Setelah mendapat laporan tersebut, polisi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Jogja, Harap Bisa Mengurangi Angka Kemiskinan dari Jalur Pendidikan: Hasto Targetkan Ini.. 

Polisi pun memeriksa korban dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Sementara sepeda motornya tergeletak tidak jauh dari korban.

Zubaidah mengatakan, korban lantas dibawa ke RSUD Tidar dan diserahkan kepada keluarga.

JS pun segera dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. "Saat di TKP, dugaan sementara adalah laka tunggal," sebutnya.

Baca Juga: Budayawan Sebut Jajanan Legomoro Punyai Nilai Luhur dan Diperkirakan Sudah Ada sejak Era Kerajaan Mataram

Meski begitu, polisi tetap melakukan serangkaian penyelidikan. Zubaidah menyebut, polisi menduga jika kejadian tersebut bukan kecelakaan.

Melainkan korban kekerasan atau penganiayaan.

Sebab saat ditemukan, kata dia, korban mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya.

Baca Juga: Saluran Irigasi dari Waduk Wadaslintang Jadi Objek Wisata Tirta, Susur Sungai 2,5 Km selama Satu Jam

Seperti luka di dada, luka memar, luka di mata sebelah kiri, dan di kepala.

Karena itu, polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam JS.

Upaya itu, lanjut Zubaidah, dilakukan agar jenazah bisa diautopsi.

"Dari hasil penyelidikan tersebut, kami dari dari Reskrim Polsek Tegalrejo dan Reskrim Polresta Magelang melalukan upaya pembongkaran makam," paparnya. (aya)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#warga meninggal dunia #Magelang #Penganiayaan #bongkar makam #ekshumasi #kematian misterius #Polsek Tegalrejo