Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bersimbah Darah, Dosen asal Semarang Ditemukan Meninggal di Kamar Indekos di Caturtunggal

Gregorius Bramantyo • Rabu, 23 April 2025 | 01:31 WIB
Petugas saat mengecek lokasi kejadian penemuan jasad korban warga Semarang berinisial MN di Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Selasa (22/4/2025).
Petugas saat mengecek lokasi kejadian penemuan jasad korban warga Semarang berinisial MN di Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Selasa (22/4/2025).


SLEMAN – Seorang pria berinisial MN, 30, asal Semarang ditemukan meninggal dunia di kamar indekos di Padukuhan Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Selasa (22/4/2025).
 
Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan sudah membusuk. Diketahui, korban merupakan dosen yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Jogja.

Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian mengatakan, penemuan jasad tersebut berawal dari kecurigaan pemilik indekos yang mencium bau tidak sedap dari salah satu kamar yang tidak terlihat aktivitas penghuninya.
 
Baca Juga: Hari Ini Peringatan Hari Bumi Sedunia! Ini 9 Langkah Sederhana untuk Ikut Menjaga Bumi
 
Selain itu, pemilik indekos juga mendapat laporan dari penghuni indekos lain.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pemilik kos, ditemukan bahwa korban sudah dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah," ujarnya, Selasa (22/4/2025).

Dia menyebut, korban diperkirakan sudah meninggal lebih dari satu hari. Hal itu berdasarkan keterangan dari para saksi. Di mana bau tidak sedap tersebut sudah mulai tercium sejak Sabtu (19/4/2025). Namun, hal itu masih akan dipastikan lagi lewat pemeriksaan forensik.
 
Baca Juga: Kremasi Jenazah Murdaya Poo Bakal Dilakukan di Bukit Dagi Candi Borobudur

"Nanti hasilnya dari forensik. Memang ada keterangan saksi kalau sebenarnya dari Sabtu kemarin sudah mulai ada aroma tidak enak," katanya.

Dari hasil pemeriksaan luar, terdapat luka di tubuh korban. Namun, Adrian belum menyebut secara detail bagian yang terdapat luka. Terkait adanya luka atau penyebab kematian, polisi masih menunggu hasil dari tim forensik.
 
Selain itu, sejumlah barang dan rekaman CCTV juga diamankan polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Ada beberapa barang yang kami ambil yang kami anggap itu berkaitan dengan penyebab kematian," jelasnya.
 
Baca Juga: Prediksi Nantes vs PSG Ligue 1 Rabu 23 April Kick Off 01.45, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Saat ini, korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi setelah menjalani pemeriksaan awal selama 3,5 jam.

Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, korban MN merupakan dosen yang melanjutkan pendidikan di Jogja. Namun, Adrian bilang bahwa informasi tersebut masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut. "Kalau dari informasinya, korban ini dosen, tapi lanjut pendidikan lagi," katanya.

Dia menambahkan, polisi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait adanya kemungkinan MN sebagai korban pembunuhan. Polisi masih menunggu hasil autopsi keluar. "Mengenai adanya dugaan pembunuhan atau tidak, itu nanti tunggu hasil forensik," ucapnya.
 
 
Pemilik indekos, Dimas menuturkan, penemuan jasad korban berawal dari laporan bau tak sedap yang diterima sekitar pukul 07.50 pada Selasa (22/4/2025). Mendapat laporan itu, dia langsung datang untuk mengecek.

"Saya buka gordennya, ternyata sudah (meninggal dunia). Terus saya langsung turun, bilang ke Pak RT," tuturnya.

Dia mengatakan, korban merupakan penghuni terlama di indekosnya. Sepengetahuannya, selain sebagai mahasiswa pascasarjana, korban juga bekerja sebagai pengajar.
 
Baca Juga: Tiga WNI Terima Penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan atas Aksi Heroik Selamatkan Warga saat Kebakaran Hutan

"(Korban) kerja ngajar, tapi nggak tahu ngajarnya di mana. Setahu saya dia lanjut S3. Ini ada datanya dari UGM, dilihatin dari laptop. Terakhir dia S2," ujarnya.

Sebelum ditemukan meninggal, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (17/4/2025) lalu. Saat itu korban terlihat sedang mengambil pesanan makanan lewat ojek online. Menurut Dimas, korban dikenal sebagai pribadi yang baik. “Nggak ada curiga, dia ramah sama tetangga juga,” katanya. (tyo)

Editor : Heru Pratomo
#UGM #Sleman #pascasarjana #indekos #dosen #bersimbah darah #semarang #Depok Sleman #forensik #s3