SLEMAN - Polresta Sleman akan menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung potensi kerugian negara dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait proyek pengadaan wifi di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman.
Kasatreskrim Polresta Sleman AKP Riski Adrian mengatakan, berdasarkan hasil paparan internal, BPKP meminta Polresta Sleman untuk memeriksa beberapa orang tambahan.
"Tapi saat itu kami terhalang dengan cuti Lebaran," ujarnya, Jumat (18/4/2025).
Sebelumnya, polisi telah memeriksa 20 orang saksi dalam kasus ini yang meliputi pejabat pembuat komitmen (PPK), penyedia jasa, serta sejumlah penerima manfaat.
Penyelidikan telah dilakukan sejak Desember 2024. Di antaranya dengan mengumpulkan data terkait jumlah, titik pemasangan, anggaran maupun regulasinya. Hingga kini pemeriksaan masih berlanjut. “Masih proses penyelidikan," katanya.
Dalam penyelidikan awal, petugas mencurigai adanya markup dalam proses pengadaan wifi di Kabupaten Sleman.
Namun, pihaknya masih menunggu fakta hukum berupa hasil audit dari BPKP DIY. Setelah itu baru bisa disimpulkan secara resmi terkait modus-modus yang dilakukan.
“Kalau dari hasil gelar kami, memang mengarah ke situ (korupsi). Terkait masalah kerugian negara, kami masih menunggu pihak BPKP yang berhak mengeluarkan hasil,” jelasnya.
Dia mengungkapkan adanya penyimpangan prosedur dalam proyek ini. Sebab ada dua vendor yang tersangkut dalam kasus ini.
Kontrak proyek ini dilakukan dengan vendor yang berasal dari lingkungan lokal. Namun vendor tersebut justru melimpahkan pekerjaan pada vendor dari Jakarta.
Adrian menyebut, pihak penyedia jasa juga telah dimintai keterangan. Termasuk melakukan pemeriksaan di Jakarta untuk mengumpulkan keterangan kepada salah satu pemilik vendor penyedia jasa.
“Ini kan kejahatan kerah putih, memang mereka sembunyi di balik-balik dokumentasi administrasi, makanya kami harus hati-hati,” ucapnya.
Dia memastikan, penanganan kasus ini akan segera naik ke tahap penyidikan.“Nanti kalau sudah naik sidik pasti akan kami expose dan ada hal yang menarik. Tetapi sekarang belum bisa kami ungkapkan," bebernya.
Pengadaan wifi di Kabupaten Sleman merupakan program prioritas di era Bupati Kustini Sri Purnomo yang didanai secara multiyears. Pada 2022, nilai anggarannya sebesar Rp 3,2 miliar. Lalu dilanjutkan pada 2023 dengan pembiayaan sejumlah Rp 5,37 miliar. (tyo/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita