JOGJA – Dua pemuda di Kota Jogja menjadi korban penembakan menggunakan senjata airsoft gun saat hendak mencari makan untuk sahur pada Selasa (4/3) dini hari. Saat ini polisi masih mencari pelaku penembakan tersebut.
Kasi Humas Polresta Jogja AKP Sujarwo mengatakan, dua pemuda yang menjadi korban penembakan airsoft gun tersebut adalah Jose Gibran, 22, warga Mergangsan, Kota Jogja dan Arib Fahmi, 23, warga Banguntapan, Bantul. Peristiwa tersebut terjadi di simpang tiga Jalan D.I. Panjaitan, Mantrijeron, Kota Jogja pada Selasa (4/3) sekitar pukul 03.41 dini hari. “Terjadi penganiayaan yang diduga menggunakan airsoft gun di depan Kantor Kemantren Mantrijeron," kata Sujarwo saat dikonfirmasi, Selasa (4/3).
Peristiwa itu berawal saat kedua korban berboncengan naik sepeda motor sekitar pukul 03.30 dini hari. Saat itu, mereka hendak mencari makan untuk sahur di daerah Jalan D.I. Panjaitan. Sesampainya di depan Kantor Kemantren Mantrijeron, korban yang dari arah timur berpapasan dengan dua pelaku yang berboncengan motor dari arah selatan. Pelaku saat itu diketahui hendak ke arah timur, sehingga hampir bertabrakan dengan korban dan terjadi saling pandang.
Para pelaku dan korban kemudian sama-sama putar balik. Sehingga terlibat perselisihan atau cekcok mulut."Pelaku yang pembonceng kemudian mengeluarkan senjata airsoft gun dari balik baju dan menembak satu kali mengenai korban Jose Gibran pada bagian bibir atas," ungkap Sujarwo.
Akibat tembakan dari pelaku itu, kedua korban merasa ketakutan dan langsung melarikan diri ke arah selatan. Pelaku sempat mengejar korban sembari kembali menembakkan airsoft gun hingga mengenai punggung Arib Fahmi.
Aksi kejar-kejaran pelaku dan korban berakhir di simpang empat Menukan. Sujarwo bilang, korban melihat para pelaku pergi ke arah utara. Sementara korban pergi ke arah timur. Usai kejadian itu, kedua korban kemudian berobat dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Jogja dengan surat berobat sebagai bukti.
"Korban Jose Gibran mengalami luka lecet pada bibir bagian atas. Korban Arib Fahmi mengalami luka lecet pada punggung bagian atas. Luka tersebut diduga akibat tembakan airsoft gun," jelas Sujarwo.
Dia menyebut, saat ini terduga pelaku masih dalam penyelidikan polisi. Diduga ada dua orang laki-laki yang terlibat dalam kasus penembakan ini. Keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax warna hitam. “Ciri-ciri salah satu pelaku ada tato motif api pada kaki sebelah kanan," katanya. (tyo/pra)
Editor : Heru Pratomo