Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ratusan Satgas Cakra Buana dan Simpatisan PDIP Padati KPK Saat Pemeriksaan Hasto Kristiyanto

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 21 Februari 2025 | 22:04 WIB
Agenda pemeriksaan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam kasus suap Komisioner KPU serta perintangan penyidikan terhadap Harun Masiku di KPK diwarnai massa simpatisan PDIP.
Agenda pemeriksaan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam kasus suap Komisioner KPU serta perintangan penyidikan terhadap Harun Masiku di KPK diwarnai massa simpatisan PDIP.

RADAR JOGJA - Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta dipadati oleh ratusan anggota Satgas Cakra Buana PDIP, Kamis (20/2/2025).

Kehadiran mereka bertepatan dengan agenda pemeriksaan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, yang tengah diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap Komisioner KPU serta perintangan penyidikan terhadap Harun Masiku.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Satgas Cakra Buana tiba sekitar pukul 09.32 WIB.

Mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam dan baret merah, membentuk barisan rapi begitu tiba di halaman Gedung Merah Putih KPK.

Dengan iring-iringan dari arah selatan, mereka segera mengambil posisi di sisi barat gedung, menghadap ke timur.

Tak jauh dari mereka, aparat kepolisian tampak bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Tak berselang lama, sekitar pukul 09.47 WIB, ratusan simpatisan pendukung Hasto juga berdatangan.

Berbeda dengan Satgas Cakra Buana, para simpatisan ini mengenakan pakaian merah dengan logo partai yang mencolok.

Suasana di depan gedung KPK semakin riuh saat salah satu orator berdiri di atas mobil komando dan menyampaikan pernyataan lantang.

“Kami sebagai kader partai bertugas menjaga muruah pimpinan partai kami,” teriaknya dengan penuh semangat.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto tiba di Gedung KPK pada pukul 09.51 WIB.

Setelah memberikan keterangan singkat kepada wartawan, ia langsung memasuki gedung untuk menjalani pemeriksaan.

Momen ini diiringi dengan lantunan hymne PDIP dan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh para simpatisan.

Hasto sebelumnya telah mengajukan praperadilan untuk membatalkan status tersangkanya.

Namun, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonannya karena dinilai tidak memenuhi unsur formil.

Hakim menyebut bahwa Hasto seharusnya mengajukan dua permohonan praperadilan terpisah untuk dua surat perintah penyidikan (sprindik) yang menjadi dasar penetapannya sebagai tersangka.

Menanggapi putusan tersebut, Hasto kembali mengajukan praperadilan dalam dua permohonan terpisah.

Sidang perdana telah dijadwalkan oleh PN Jakarta Selatan pada 3 Maret 2025.

Meskipun demikian, KPK tetap memanggilnya untuk diperiksa, menegaskan bahwa proses praperadilan tidak akan menghalangi jalannya penyidikan.


Situasi di sekitar Gedung Merah Putih KPK masih terpantau kondusif, dengan pihak kepolisian yang terus berjaga di lokasi. (Adam Jourdi Alfayed)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#simpatisan PDIP #Pemeriksaan Hasto Kristiyanto #riuh #KPK #Satgas Cakra Buana #sekjen pdip hasto kristiyanto