RADAR JOGJA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang panggung politik daerah dengan menangkap Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru, Risnandar Mahiwa.
Penangkapan ini dilakukan dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Pekanbaru pada Senin, (2/11/2024).
Risnandar, bersama beberapa pihak lainnya, saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh KPK.
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak membenarkan kabar penangkapan ini dan mengonfirmasi bahwa penanganan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan awal.
Senada dengan itu, Wakil Ketua KPK lainnya Nurul Ghufron menegaskan, bahwa pihaknya membutuhkan waktu 1x24 jam untuk mendalami kasus tersebut sebelum memberikan keterangan lebih lanjut kepada publik.
Rekam Jejak Risnandar Mahiwa
Risnandar Mahiwa sebelumnya dikenal sebagai pejabat dengan rekam jejak panjang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ia dilantik sebagai Pj Wali Kota Pekanbaru pada awal tahun 2024, menggantikan posisi wali kota definitif yang tengah menyelesaikan masa jabatannya.
Sebelum menduduki posisi ini, Risnandar memiliki pengalaman panjang dalam struktur Kemendagri, di antaranya:
1. Direktur Organisasi Kemasyarakatan Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri.
2. Plt Direktur Organisasi Kemasyarakatan (2021–2022).
3. Kepala Bagian Perencanaan dan Anggaran di Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum.
Dengan latar belakang ini, banyak pihak menilai Risnandar sebagai figur yang kompeten untuk memimpin Pekanbaru, meski akhirnya sorotan negatif menghampiri karena dugaan korupsi.
Kinerja Singkat sebagai Pj Wali Kota
Selama enam bulan menjabat, Risnandar kerap menampilkan komitmen untuk menjalin sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Salah satu langkah konkretnya adalah pertemuan dengan lima bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota untuk menciptakan suasana pilkada yang kondusif.
Ia juga berupaya meningkatkan kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru dengan memimpin berbagai agenda, termasuk rapat evaluasi kinerja PDAM Tirta Siak.
Pada hari penangkapannya, Risnandar masih melaksanakan beberapa agenda penting di Gedung Utama Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru.
Ia sempat memimpin upacara Peringatan Hari Korpri sebelum meninggalkan gedung pada sore harinya.
Namun, perjalanan itu berakhir tragis setelah ia diamankan oleh tim KPK.
Penangkapan ini mencoreng karier Risnandar dan menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap pejabat publik harus terus diperketat.
Sebagai Pj Wali Kota, Risnandar diharapkan menjadi figur yang dapat menjaga integritas, namun kini namanya justru masuk dalam deretan pejabat yang terseret kasus korupsi.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan yang akan menentukan langkah hukum lebih lanjut, sekaligus menjadi cerminan bagaimana upaya pemberantasan korupsi tetap menjadi prioritas di Indonesia.