RADAR JOGJA – GR (17) merupakan inisial dari siswa berpretasi yang menjadi sasaran penembakan oleh polisi di Semarang, pada Minggu (24/11/2024) malam, sekitar pukul 01.58 WIB.
Sebelumnya diberitakan bahwa GR dan kedua temannya di SMK Negeri 4 Semarang tergabung dalam geng tawuran di Perumahan Paramount, Semarang Barat, pada Minggu malam.
GR dan kedua temannya mengendarai motor yang hampir bersenggolan dengan pelaku penembakan, yakni Bripka R.
Bripka R yang merasa terancam melepaskan tembakan yang mengenai pinggul GR. Nyawa GR tidak tertolong saat tiba di RSUP Kariadi.
Selain GR, kedua temannya juga mengalamu luka tembak, yakni S (16) dan A (17).
Diketahui GR merupakan siswa kelas 11 jurusan Teknik Mesin yang tergabung dalam anggota paskibraka di SMK Negeri 4 Sekolah.
Nanang Agus B selaku staf kesiswaan SMK Negeri 4 Semarang mengungkapkan bahwa GR dan kedua siswanya tidak memiliki catatan keterlibatan tawuran.
“Tiga anak itu nggak pernah tawuran,” kata Agus di depan para wartawan, Selasa (26/11/2024).
Ia menegaskan bahwa GR tidak pernah bergabung bersama gangster, telebih GR merupakan siswa berpretasi dan anggota paskibraka SMK Negeri 4 Semarang.
“Jadi dihubungkan ke gangster kesimpulan kami ya tidak,” ujarnya.
Nanang Agus menyebut GR dan kedua temannya baru saja menorehkan prestasi di Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa, Pelajar, dan Taruna Akademi Kepolisian (Porsimaptar) 2024 tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah pada Oktober lalu.
“Kebetulan mereka anak terpilih, karena kebetulan mereka mengikuti ekstra paskibra, itu anak-anak pilihan,” kata Nanang Agus.
Nanang Agus juga meragukan klaim polisi bahwa ketiga siswa tersebut pelaku tawuran.
“Kalau tawuran kok bertiga? Terus mereka dari organisasi baik. Apa mungkin tertembak salah sasaran. Katanya yang melakukan oknum polisi atau siapa pun itu belum tahu," ujarnya.
Sementara itu, Akbar Deni Saputra merupakan sahabat korban menilai GR seorang yang baik dan tidak pernah melakukan perbuatan yang aneh-aneh.
“Dia (korban) orangnya baik tidak bersikap aneh-aneh,” kata Akbar dihadapan awak media saat bertakziah ke rumah nenek korban di Kembangarum, Semarang Barat, Senin (25/11/2024) malam.
Akbar menuturkan, pada Jumat (22/11/2024) korban sempat bermain ke rumahnya seletah pulang sekolah di daerah Ngaliyan.
“Makanya saya kaget ketika hari Minggu (24/11/2024) dikabari GR meninggal dunia,” ujarnya.
Diketahui GR merupakan anak piatu yang tinggal bersama neneknya di Kembangarum, Semarang Barat. Sementara itu, ayah korban tinggal di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Keluarga GR membenarkan adanya insiden penembakan tersebut, tetapi belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena merasa kebingunan dan dalam kondisi yang sedang berkabung
Saat ini jenazah GR telah dimakamkan di Sragen, Jawa Tengah. (Yasminun Ardine Issudibyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva