JOGJA - Kasus penusukan di Jalan Prawirotaman Jogja jadi perhatian banyak pihak. Karena korbannya adalah santri pondok pesantren di Jogja.
Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIJ Abdul Muiz membenarkan bahwa dua orang santri menjadi korban salah sasaran dalam peristiwa ini. Dua korban itu adalah santri dari Pondok Pesantren Al Fathimiyah Krapyak.
Pihaknya mendesak kepolisian untuk menangkap pelaku dalam waktu 24 jam. Juga meminta kepolisian agar menangani kasus tersebut sampai tuntas.
"Pihak berwajib harus segera menindak pelaku pengeroyokan dan penusukan terhadap pembimbing santri secara adil sesuai dengan aturan hukum. Jika tidak, GP Ansor dan Banser DIY akan mengambil sikap tegas," tegasnya, Kamis (24/10).
Baca Juga: Pemkab Sleman Sinau Pengendalian Inflasi ke Kebumen, Kuncinya di 4K
Di sisi lain, Muiz meminta semua kader GP Ansor dan Banser di DIJ untuk tetap menjaga situasi kondusif di lingkungannya masing-masing. "Menginstruksikan kepada semua kader GP Ansor dan Banser di DIJ untuk tetap satu komando dan siap siaga menunggu instruksi satu komando bersama PW GP Ansor DIY," tandasnya.
Dalam pers rilis yang dikeluarkan GP Ansor DIJ, mereka mendorong dan mempercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar dalam 1x24 jam bisa menangkap pelaku.
Pihak berwajib harus segera menindak pelaku pengeroyokan dan penusukan pada pembimbing santri PP Al Fatimiyah Krapyak secara adil sesuai dengan aturan hukum. Jika tidak, GP ANSOR dan BANSER DIY akan mengambil sikap tegas.
Tapi juga menginstruksikan kepada semua kader GP ANSOR dan BANSER di DIY untuk tetap menjaga situasi dan kondusifitas di lingkungan masing-masing demi ketertiban bersama, serta tidak terpancing untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan kepentingan bersama yang lebih besar.
Editor : Heru Pratomo