Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Santri Krapyak Jadi Korban Pengeroyokan  saat Beli Sate oleh Rombongan Pemabuk di Jalan Prawirotaman Jogja

Gregorius Bramantyo • Jumat, 25 Oktober 2024 | 03:51 WIB
Spanduk perang terhadap peredaran miras di DIY
Spanduk perang terhadap peredaran miras di DIY

 

 

 

JOGJA - Aksi penganiayaan terjadi di Jalan Prawirotaman, Mergangsan, Kota Jogja pada Rabu (23/10) malam. Penganiayaan berujung penusukan kepada pembeli sate itu terjadi sekitar pukul 21.25. Polisi masih memburu para pelaku penusukan.

Kasi Humas Polresta Jogja AKP Sujarwo mengatakan, peristiwa bermula saat rombongan remaja berjumlah sekitar 25 orang sedang nongkrong di kawasan itu. Saat nongkrong, mereka juga mengonsumsi minuman keras di sebuah kafe di sisi timur Jalan Parangtritis, Brontokusuman, Kota Jogja.

Kemudian salah satu dari rombongan itu melempar gelas ke jalan. Tak hanya itu, ada beberapa orang dari rombongan tersebut yang menyeberang ke arah barat, tepatnya ke tempat orang yang sedang berjualan sate.

"Lalu terjadilah penusukan dengan senjata tajam terhadap salah satu pembeli sate," ujar Sujarwo saat dikonfirmasi kemarin (24/10). Setelah menusuk salah seorang pembeli sate, rombongan langsung meninggalkan lokasi dan menuju arah Pojok Beteng Timur.

Baca Juga: KONI DIY Segera Lakukan Evaluasi kepada Para Pelatih Cabor PON 2024, Evaluasi Digelar Tiga Hari. Apa Tujuannya?

Baca Juga: PSS Sleman Dihadapkan dengan Konsistensi, Minggu Menjamu Persita Tangerang di Stadion Manahan

Dia mengungkapkan, ada dua korban dalam peristiwa ini. Korban penusukan berinisial SF, 19, warga Rembang, Jawa Tengah. Korban SF mengalami luka robek di perut bagian kiri dan mendapat tiga jahitan.

Juga terdapat luka memar pada bagian kepala, tangan, dan kaki akibat dipukul menggunakan balok dan kursi. “Korban penusukan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Jogja untuk mendapat perawatan,” kata Sujarwo.

Sementara satu korban lainnya berinisial MA, 23, warga Pati, Jawa Tengah. Korban MA menderita luka pada bagian kepala, tangan, dan kaki akibat pukulan benda keras.

Sujarwo menyebut, saat ini jajaran Polresta Jogja masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Termasuk mencari keberadaan para pelaku. “Belum tertangkap. Para pelaku masih dalam penyelidikan aparat Polresta Jogja,” ucapnya.

Kasatreskrim Kompol Probo Satrio menuturkan, pihaknya masih memeriksa saksi-saksi terkait peristiwa ini. Polisi juga masih mengidentifikasi jumlah pelaku yang melakukan penganiayaan. Termasuk jenis senjata tajam yang digunakan pelaku kepada korban.

Baca Juga: Sebagian Hujan, Tiga Kapanewon Masih Kekeringan, BPBD Sleman Telah Salurkan Lebih dari 200 Ribu Liter Air Bersih

Baca Juga: Sebagian Hujan, Tiga Kapanewon Masih Kekeringan, BPBD Sleman Telah Salurkan Lebih dari 200 Ribu Liter Air Bersih

"Korban tahunya dipukuli, kalau yang satunya (korban) ditusuk langsung. Kami belum tahu menggunakan apa," jelasnya.

Selain mengumpulkan keterangan saksi, polisi juga sedang mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Probo menyebut, pemeriksaan saat ini masih berlangsung.

"Kami baru mencari pelakunya, mengumpulkan CCTV, ini juga belum rampung karena saat itu gelap juga. Mudah-mudahan segera terungkap," katanya.

Probo mengungkapkan, korban penusukan adalah santri di salah satu pondok pesantren di Krapyak, Bantul. Dia menerangkan, korban mengaku sedang beli sate lalu didatangi beberapa orang sebelum akhirnya ditusuk secara tiba-tiba. (tyo/laz)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Jalan Prawirotaman #Mergangsan #Kota Jogja #pemabuk #sate #santri #Krapyak