PURWOREJO - Kasus perundungan antarpelajar di Kabupaten Purworejo kembali terjadi. Seorang pelajar laki-laki dari salah satu SMP negeri di Kecamatan Kutoarjo, Purworejo dikeroyok oleh sejumlah pelajar di Bendung Kalimeneng, Kecamatan Kemiri, Purworejo pada Kamis (17/10) sore.
Peristiwa perundungan tersebut sempat tersebar di media sosial. Dalam video berdurasi 46 detik itu beredar, memperlihatkan seorang laki-laki memakai hoodie dan bercelana pendek yakni korban diintimidasi oleh pelajar atau remaja lain. Di video itu juga terlihat, korban berkelahi satu lawan satu dengan pelajar lain. Karena kalah, korban yang tersungkur di tanah lalu dikeroyok oleh pelajar lain.
Tak terima dengan perlakuan tak menyenangkan itu, orang tua korban akhirnya melaporkan peristiwa itu ke Polres Purworejo. "Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 pada Kamis (17/10), terhadap video viral itu kami sudah melakukan serangkaian tindakan," ujar Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Catur Agus Yudo Praseno saat ditemui Jumat (18/10).
Baca Juga: Soft Opening Villa Tiga Negri Yogyakarta Gelar Perayaan dan Pengajian Bersama Anak Yatim
Baca Juga: Ada Apa? Pedrinho Bantah Putus Kontrak dengan PSIM Jogja karena Alasan Keluarga
Diungkapkan, Polres Purworejo telah mencari sejumlah keterangan. Di antaranya, keterangan dari korban dan korban juga telah diminta permohonan visum. "Orang tua korban juga sudah kami datangkan dan kami sudah profiling siapa yang ada di dalam video itu," terangnya.
Selain itu, Polres Purworejo juga telah memintai keterangan terhadap orang-orang yang ada di dalam video tersebut. "Secara kooperatif mereka sudah mendatangi Polres Purworejo. Sampai sekarang yang sudah kami mintai keterangan, salah satunya korban," beber dia.
Lebih lanjut, AKP Catur menyampaikan, terkait kronologi kejadian, dia belum dapat mengungkapkannya karena kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. "Akan kami lakukan gelar perkara terlebih dahulu untuk mengungkapkan seperti apa kronologi kejadian," tegasnya.
Sementara, menurut keterangan dari korban yaitu AL, 15. Saat itu, korban sedang mencari rumput di kebun. Tiba-tiba, dia diajak dan dijemput oleh temannya berinisial N ke Bendung Kalimeneng. N itu adalah teman korban tetapi dari sekolah yang berbeda.
Saat diajak itu, korban tidak tahu apa-apa jika N sebelumnya telah tantang-tantangan dengan pelajar dari sekolah lain di medsos. N akhirnya mengajak korban ke Bendung Kalimeneng dan diminta untuk berkelahi.
Sampai akhirnya, korban dianiaya oleh sejumlah pelajar lainnya. Sesampainya di Bendung Kalimeneng, korban menyebut, sudah ada banyak orang sekitar 20 orang. "Saya tidak tahu apa-apa, saya tahu-tahu disuruh berkelahi, saya kalah dan dikepung," ungkapnya.
Saat korban tersungkur di tanah, dia ditendang kepalanya sebanyak empat kali oleh sejumlah pelajar. "Hidung saya mimisan, bibir pecah karena dipukul, kepala pusing karena ditendang, dan tangan keseleo," kata dia. (han/pra)
Editor : Heru Pratomo